Luhut Ungkap Tantangan Besar Ekonomi dan Investasi Indonesia
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 09:58 WIB
“Kedua, ancaman perubahan iklim semakin di depan mata. Ketiga, perubahan geopolitik dunia, terutama persaingan antara dua negara adidaya, Tiongkok dan Amerika Serikat. Dengan dunia yang semakin kompleks dan dinamis, masih banyak tantangan lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,” paparnya.
Meskipun tantangan ini dapat terdengar berat, saya ingin mengajak kita untuk beradaptasi dan melihat potensi dari setiap tantangan yang dihadapi.
“Kemudian upaya pengendalian Pandemi Covid-19, tentu menyebabkan pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait melakukan reformasi sistem kesehatan tanpa disadari. Bentuk-bentuk reformasi kesehatan tersebut antara lain meningkatkan kapasitas tempat tidur, obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ditambah dengan stimulus PEN yang terealisasi lebih dari Rp150 Triliun selama masa PPKM Darurat/Level, Menko Luhut mengungkapkan, penurunan kasus yang tajam ini telah berdampak positif terhadap kondisi ekonomi.
“Berdasarkan data-data hingga September, pemulihan ekonomi terjadi sangat cepat, yang tercermin dari indikator-indikator terkait tingkat keyakinan masyarakat, aktivitas konsumsi, dan aktivitas produksi sektor manufaktur yang sudah kembali atau mendekati tingkat sebelum pandemi Covid-19,” katanya.
Meskipun tantangan ini dapat terdengar berat, saya ingin mengajak kita untuk beradaptasi dan melihat potensi dari setiap tantangan yang dihadapi.
“Kemudian upaya pengendalian Pandemi Covid-19, tentu menyebabkan pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait melakukan reformasi sistem kesehatan tanpa disadari. Bentuk-bentuk reformasi kesehatan tersebut antara lain meningkatkan kapasitas tempat tidur, obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Ditambah dengan stimulus PEN yang terealisasi lebih dari Rp150 Triliun selama masa PPKM Darurat/Level, Menko Luhut mengungkapkan, penurunan kasus yang tajam ini telah berdampak positif terhadap kondisi ekonomi.
“Berdasarkan data-data hingga September, pemulihan ekonomi terjadi sangat cepat, yang tercermin dari indikator-indikator terkait tingkat keyakinan masyarakat, aktivitas konsumsi, dan aktivitas produksi sektor manufaktur yang sudah kembali atau mendekati tingkat sebelum pandemi Covid-19,” katanya.
Lihat Juga :