Krisis Energi di Mana-mana, Waspada Dampak Buruk ke RI

Senin, 18 Oktober 2021 - 07:17 WIB
Hal tersebut menurut Bhima sama halnya dengan sensitivitas naiknya harga minyak mentah terhadap biaya transportasi didalam negeri. Apalagi saat ini Indonesia masih menjadi importir minyak.

"Setiap kenaikan harga minyak mentah yang terlalu cepat akan memperbesar kemungkinan naiknya inflasi administered price atau inflasi karena harga yang diatur pemerintah seperti harga BBM, tarif listrik dan LPG," lanjutnya.

Baca Juga: Krisis Energi Dimana-mana, Harga Batu Bara Global Meroket 276%

Bhima memproyeksikan inflasi tahun depan mencapai 4,5% yang disebabkan oleh krisis energi. "Inflasi yang terlalu tinggi akan menimbulkan kontraksi pada pemulihan daya beli kelas menengah kebawah," kata Bhima.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!