Romantika Bangladesh: Dulu Kere Sekarang Punya Puluhan Ribu Miliarder

Kamis, 21 Oktober 2021 - 19:53 WIB
“Bisnis yang menggunakan platform digital meningkat pesat selama pandemi. Beberapa pelakunya meski dipenjara karena menjalankan bisnis secara ilegal, tetapi rekening bank masih dipertanggungjawabkan,” kata Dr. Zahid Hussain, mantan ekonom utama di kantor Bank Dunia Dhaka.

Penyebab selanjutnya adalah meningkatnya pendapatan bisnis remitansi. Maklumlah, Bangladesh merupakan salah satu "pendonor" pekerja di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Amanda Manopo Raih Penghargaan Asian Star Prize dalam Seoul International Drama Awards 2021

Mengutip Wikipedia, ada 13 juta kaum Bangladeshi yang tinggal di 20 negara di dunia. Di tahun 2017 saja, pengiriman uang tahunan yang diterima di Bangladesh sebesar USD13,4 juta.

Kondisi terkini Bangladesh jelas berubah 720 derajat jika dibandingkan pada masa-masa awal kemerdekaannya. Saat merdeka dari Pakistan tahun 1971, ekonomi Bangladesh minus 14%.

Henry Kissinger, Menlu AS, saat berkunjung ke negara itu pada tahun 1974, menyebut Bangladesh sebagai Bottomles Basket atau 'keranjang tanpa dasar'. Artinya, berapa pun bantuan yang digelontorkan akan tetap terasa kurang buat Bangladesh.

Bahkan, PBB pernah menggolongkan negara itu sebagai salah satu negara paling tidak berkembang atau Least Developed Countries (LDC) di dunia sejak 1975.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!