Pengamat Kritisi Proyek Infrastruktur Mubazir Akibat Studi Kelayakan Tak Memadai
Minggu, 24 Oktober 2021 - 19:23 WIB
"Untuk membangun itu harus punya studi kelayakan, di mana studi kelayakan itu yang bisa mendeteksi faktor sosial, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan sebagainya," ujar Agus kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Keterisian Pesawat Boleh 100%, Pengamat: Percuma kalau PCR Mahal
Berangkat dari komponen-komponen analisis studi kelayakan, Agus menyimpulkan bahwa beberapa proyek mangkrak yang ada di Indonesia dikarenakan minim akan studi kelayakan.
"Patut diduga, menurut saya itu pembuatan FS-nya tergesa-gesa karena programnya kan harus cepat, cepat, cepat sedangkan pembangunan infrastruktur tidak bisa cepat-cepat seperti itu," tukasnya.
Dia kembali menegaskan semua pembangunan infrastruktur harus melewati kajian terlebih dahulu. "Misalnya membangun bandara, itu harus dilihat, apakah di situ penumpangnya cukup untuk memenuhi pesawat yang akan menerbangkan mereka. Artinya, apakah daya beli masyarkat situ mencukupi atau tidak, kalau tidak ya percuma dibangun bandara," ucapnya.
Baca juga: Keterisian Pesawat Boleh 100%, Pengamat: Percuma kalau PCR Mahal
Berangkat dari komponen-komponen analisis studi kelayakan, Agus menyimpulkan bahwa beberapa proyek mangkrak yang ada di Indonesia dikarenakan minim akan studi kelayakan.
"Patut diduga, menurut saya itu pembuatan FS-nya tergesa-gesa karena programnya kan harus cepat, cepat, cepat sedangkan pembangunan infrastruktur tidak bisa cepat-cepat seperti itu," tukasnya.
Dia kembali menegaskan semua pembangunan infrastruktur harus melewati kajian terlebih dahulu. "Misalnya membangun bandara, itu harus dilihat, apakah di situ penumpangnya cukup untuk memenuhi pesawat yang akan menerbangkan mereka. Artinya, apakah daya beli masyarkat situ mencukupi atau tidak, kalau tidak ya percuma dibangun bandara," ucapnya.
Lihat Juga :