Geber Transformasi Digital, Transaksi e-Commerce Unilever Tumbuh 2 Kali Lipat

Senin, 25 Oktober 2021 - 14:53 WIB
Di sisi lain, pengaruh tingginya harga komoditas akbat inflalsi masih akan menjadi perhatian perusahaan mengingat akan berpengaruh terhadap bahan baku produk.

"Komoditas global memang tidak bisa di kontrol dan harganya naik sangat kencang. Harga bahan baku masih akan menjadi pinching factor bagi gross margin perusahaan FMCG. Jadi kunci bertahannya di efisiensi dan terus mendorong pertumbuhan pangsa pasar," kata dia.

Fariz menambahkan dengan penambahan volume dan pangsa pasar maka perseroan bisa tetap profit. Tapi pada titik tertentu diprediksi akan terjadi kenaikan harga yang dibebankan ke konsumen untuk menopang kinerja positif perseoran.

Diyakini bahwa tahun 2022 akan jadi tahun yang tepat untuk melakukan koreksi harga jual konsumen mengingat tahun depan kondisi pandemi sudah semakin terkendali. "Sebab itu, pilihan strategi perseroan untuk memperbanyak portofolio produk juga sudah tepat, terutama di segmen premium," kata dia.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti ada lima strategi prioritas Unilever Indonesia di tahun 2022 untuk meningkatan pertumbuhan yaitu, memperkuat dan unlock potensi penuh dari brand-brand besar dan produk utama melalui inovasi yang terdepan dan menstimulasi konsumsi konsumen, memperluas dan memperkaya portfolio ke value dan premium segment, memperkuat kepemimpinan di channel utama dan channel masa depan, memimpin di digital & data driven capabilities dan tetap menjadi yang terdepan dalam penerapan bisnis yang berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!