E-commerce Bakal Tumbuh 21 Persen, Brand Wajib Adopsi Strategi Omnichannel

Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:13 WIB
Sistem dengan model bisnis lintas channel yang menghubungkan operasional bisnis online dan offline ini menjadi formula tepat seiring kemajuan pesar industri e-commerce. Foto/Dok
JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang mengakselerasi industri e-commerce telah mendorong kesiapan pasar Indonesia pada sistem ritel yang omnichannel. Sistem dengan model bisnis lintas channel yang menghubungkan operasional bisnis online dan offline ini menjadi formula tepat untuk kedepannya.

Baru-baru ini perusahaan solusi e-commerce SIRCLO bersama Katadata Insight Center meluncurkan laporan lanskap perkembangan e-commerce berjudul "Navigating Indonesia's E-Commerce: Omnichannel as the Future of Retail".



Dalam diskusi panel virtual bertema "Mendorong Adaptasi Digital Melalui Strategi Omnichannel”, Head of Katadata Insight Center (KIC), Adek Media Roza mengatakan, e-commerce di Indonesia diproyeksikan masih terus bertumbuh hingga 21% di tahun 2025.

Baca Juga: Solusi Omnichannel Bakal Menjadi Masa Depan E-commerce

Riset mengungkap, umumnya produk yang paling dicari dan dibeli adalah fesyen dan aksesoris. Untuk kanal dan promo belanja preferensi konsumen yaitu marketplace sejumlah 85,6% dan diikuti dengan social commerce dan website brand . Promo menjadi alasan utama konsumen menggunakan marketplace.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!