Perry Optimis Ekonomi Indonesia Bisa Terhindar dari Resesi
Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:09 WIB
Oleh karena itu, sambung Perry, saat ini diperlukan stimulus dari pemerintah untuk menahan perlambatan bahkan kontraksi ekonomi hingga akhir 2020. Baca: Minggu Pertama Juni, Aliran Modal Asing Capai Rp7 Triliun
Selain langkah persiapan dan stimulus, keyakinan ini juga tercermin dari Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Defisit/CAD) yang terpantau semakin membaik. Sepanjang tahun 2020, CAD diperkirakan lebih rendah 2% dari PDB.
Hal ini ditambah dengan suku bunga SBN yang menarik. "Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, SBN kita yang 10 tahun itu 7,06%, suku bunga US Treasury Bond 10 tahun itu 0,8%, bedanya 6,2%, itu tinggi kan dan imbal hasil investasi aset keuangan Indonesia ini masih tinggi," pungkasnya.
Selain langkah persiapan dan stimulus, keyakinan ini juga tercermin dari Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Defisit/CAD) yang terpantau semakin membaik. Sepanjang tahun 2020, CAD diperkirakan lebih rendah 2% dari PDB.
Hal ini ditambah dengan suku bunga SBN yang menarik. "Perbedaan suku bunga dalam dan luar negeri, SBN kita yang 10 tahun itu 7,06%, suku bunga US Treasury Bond 10 tahun itu 0,8%, bedanya 6,2%, itu tinggi kan dan imbal hasil investasi aset keuangan Indonesia ini masih tinggi," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :