Perusahaan Asal India Resmi Kelola Bandara Kualanamu hingga 25 Tahun
Rabu, 24 November 2021 - 08:42 WIB
Kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu dijalankan dengan skema kemitraan dengan jangka waktu pengelolaan dan pengembangan bandara tersebut selama 25 tahun dengan nilai kerjasama sekitar USD6 miliar. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya senilai Rp15 triliun.
"Tujuan utama dari kemitraan strategis ini adalah kita menyebutnya dengan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise Sharing dan Equity Partnership. Kita punya mimpi ke depan untuk mentransform Bandara Internasional Kualanamu menjadi regional hub dengan peningkatan aktifitas penerbangan Internasional," bebernya.
Muhammad Awaluddin menjelaskan kemitraan strategis ini sangat menguntungkan. karena mitra strategis akan mendukung adanya penambahan aset di Bandara Internasional Kualanamu dengan pengembangan bandara menjadi kapasitas 17 juta penumpang pada Tahap 1, kapasitas 30 Juta penumpang Tahap 2 serta Kapasitas 42 juta penumpang Tahap 3 dan nantinya semua aset baru hasil pengembangan setelah 25 tahun akan diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero).
"Bandara Internasional Kualanamu memiliki posisi sangat strategis sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi hub di Asia Tenggara," terangnya.
Baca juga: 37 Tahun AP II, Mulai dari Bandara Soetta Sampai Kelola 20 Bandara di Indonesia
"Tujuan utama dari kemitraan strategis ini adalah kita menyebutnya dengan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise Sharing dan Equity Partnership. Kita punya mimpi ke depan untuk mentransform Bandara Internasional Kualanamu menjadi regional hub dengan peningkatan aktifitas penerbangan Internasional," bebernya.
Muhammad Awaluddin menjelaskan kemitraan strategis ini sangat menguntungkan. karena mitra strategis akan mendukung adanya penambahan aset di Bandara Internasional Kualanamu dengan pengembangan bandara menjadi kapasitas 17 juta penumpang pada Tahap 1, kapasitas 30 Juta penumpang Tahap 2 serta Kapasitas 42 juta penumpang Tahap 3 dan nantinya semua aset baru hasil pengembangan setelah 25 tahun akan diserahkan ke PT Angkasa Pura II (Persero).
"Bandara Internasional Kualanamu memiliki posisi sangat strategis sehingga sangat memungkinkan untuk menjadi hub di Asia Tenggara," terangnya.
Baca juga: 37 Tahun AP II, Mulai dari Bandara Soetta Sampai Kelola 20 Bandara di Indonesia
Lihat Juga :