Erick Thohir Dorong Petani Ikut Program Peremajaan Sawit PTPN
Sabtu, 27 November 2021 - 07:26 WIB
Meski begitu, Erick menyadari masih cukup banyak petani sawit di Riau yang belum berkeinginan mengikuti program PSR PTPN. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang dan dinamika yang terjadi di masa lampau. Sehingga, ia meminta kepada petani untuk melihat manajemen dan pengelolaan PTPN saat ini.
"Kita akui banyak kekurangan. Namun, saya mohon percayakan kembali. Sampaikan ke petani. Bahwa kita ini sudah berubah. Kita saling untung," katanya.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III Mohammad Abdul Ghani menambahkan bahwa peremajaan perkebunan sawit masyarakat mendesak untuk dipercepat mengingat tingginya disparitas produktivitas antara petani dan korporasi.
"Sebagai perbandingan produktivitas CPO (Crude Palm Oil) petani hanya berkisah 3 ton CPO per hektar per tahun. Sementara di perusahaan itu mencapai 5-7 ton CPO per hektar per tahun. Ini yang menjadi pertimbangan kita agar proses peremajaan perlu diakselerasi," ujar Ghani.
Ia mengatakan 212.396 Ha perkebunan sawit rakyat atau plasma yang bermitra dengan Holding Perkebunan Nusantara III di seluruh penjuru Indonesia menghadapi persoalan serupa. Sehingga, ia pun mendorong Holding Perkebunan Nusantara untuk terus aktif melakukan peremajaan sawit rakyat di lingkungan perusahaan yang sejak 2019 hingga 2022 mendatang ditargetkan mencapai 42.182 hektare.
"Kita akui banyak kekurangan. Namun, saya mohon percayakan kembali. Sampaikan ke petani. Bahwa kita ini sudah berubah. Kita saling untung," katanya.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III Mohammad Abdul Ghani menambahkan bahwa peremajaan perkebunan sawit masyarakat mendesak untuk dipercepat mengingat tingginya disparitas produktivitas antara petani dan korporasi.
"Sebagai perbandingan produktivitas CPO (Crude Palm Oil) petani hanya berkisah 3 ton CPO per hektar per tahun. Sementara di perusahaan itu mencapai 5-7 ton CPO per hektar per tahun. Ini yang menjadi pertimbangan kita agar proses peremajaan perlu diakselerasi," ujar Ghani.
Ia mengatakan 212.396 Ha perkebunan sawit rakyat atau plasma yang bermitra dengan Holding Perkebunan Nusantara III di seluruh penjuru Indonesia menghadapi persoalan serupa. Sehingga, ia pun mendorong Holding Perkebunan Nusantara untuk terus aktif melakukan peremajaan sawit rakyat di lingkungan perusahaan yang sejak 2019 hingga 2022 mendatang ditargetkan mencapai 42.182 hektare.
Lihat Juga :