Bagikan Dividen Tunai, Pasar Sambut Positif Perbaikan Kinerja ISAT
Jum'at, 03 Desember 2021 - 09:09 WIB
Di sisi lain, tercatat hingga kuartal III/2021 Indosat membukukan pendapatan Rp23,06 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh 11,96 persen dibandingkan dengan pendapatan periode sama tahun 2020 yang sebesar Rp20,59 triliun.
Dari sisi bottom line, ISAT mampu membalikkan kerugian di kuartal III/2020 menjadi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp5,8 triliun. Sebelumnya, pada periode sama tahun sebelumnya ISAT mencatatkan rugi bersih Rp457,5 miliar.
Reza menegaskan, bahwa sentimen positif terhadap emiten ISAT tak lepas dari kondisi pasar industri Telko yang sudah terbentuk. Artinya, pelaku pasar melihat bahwa semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif.
Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini dimana hampir semua masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas butuh layanan data yang disediakan oleh provider telekomunikasi.
Terkait pasar industri Telko yang sudah terbentuk, Reza memberikan contoh aksi korporasi XL yang berencana akan merger dengan Axis. Saat itu, pasar sudah melihat dan mempresdiksi, siapa yang akan digandeng oleh XL. Ketika hal tersebut terwujud, pelaku pasar tentu akan melakukan aksi beli saham XL.
Sedangkan untuk Telkomsel yang belum melakukan konsolidasi, Reza melihat isunya lebih kepada upaya perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Jadi, mereka boleh dibilang menguasai pangsa pasar.
Dari sisi bottom line, ISAT mampu membalikkan kerugian di kuartal III/2020 menjadi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp5,8 triliun. Sebelumnya, pada periode sama tahun sebelumnya ISAT mencatatkan rugi bersih Rp457,5 miliar.
Reza menegaskan, bahwa sentimen positif terhadap emiten ISAT tak lepas dari kondisi pasar industri Telko yang sudah terbentuk. Artinya, pelaku pasar melihat bahwa semakin berkembangnya pasar dan teknologi, mendorong perkembangan proses digitalisasi (transformasi digital) pun semakin masif.
Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini dimana hampir semua masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai atas butuh layanan data yang disediakan oleh provider telekomunikasi.
Terkait pasar industri Telko yang sudah terbentuk, Reza memberikan contoh aksi korporasi XL yang berencana akan merger dengan Axis. Saat itu, pasar sudah melihat dan mempresdiksi, siapa yang akan digandeng oleh XL. Ketika hal tersebut terwujud, pelaku pasar tentu akan melakukan aksi beli saham XL.
Sedangkan untuk Telkomsel yang belum melakukan konsolidasi, Reza melihat isunya lebih kepada upaya perusahaan mempertahankan pangsa pasar. Jadi, mereka boleh dibilang menguasai pangsa pasar.
Lihat Juga :