Ditinggal Partner, Pertamina Putuskan Tunda Proyek Kilang Bontang
Senin, 08 Juni 2020 - 08:56 WIB
Sementara itu, pengembangan Kilang Balongan fase pertama dan kedua akan dilakukan CPC Taiwan. Pertamina telah melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pada Jumat (5/6) lalu. Sebagai informasi, proyek tersebut telah diinisiasi Pertamina dan CPC Taiwan sejak akhir 2018 yang dilanjutkan dengan penandatanganan framework agreement serta studi kelayakan bersama sejak 2019.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berharap pengalaman dan keahlian CPC di bidang petrokimia bisa membantu mempercepat pengembangan bisnis petrokimia yang terintegrasi dengan megaproyek revitalisasi hingga pembangunan kilang baru. Pihaknya optimistis setelah HoA bisa berlanjut sebagai mitra strategis joint venture dalam proyek pengembangan Kompleks Petrokimia Balongan. (Baca juga: Pengguna Ponsel Android Didesak Hapus Aplikasi Berbahaya Ini)
“Ke depan, Pertamina bersama pemerintah dan CPC Taiwan akan terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan proyek yang ditargetkan beroperasi pada 2026, ” kata dia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan mengawal proyek itu. Pasalnya, proyek tersebut merupaka proyek prioritas nasional. “Kami akan support dan tax holiday telah kami berikan. Saya hanya titip kalau proyek ini sudah jalan bisa melibatkan pengusaha di daerah dan UMKM,” kata dia. (Nanang Wijayanto)
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati berharap pengalaman dan keahlian CPC di bidang petrokimia bisa membantu mempercepat pengembangan bisnis petrokimia yang terintegrasi dengan megaproyek revitalisasi hingga pembangunan kilang baru. Pihaknya optimistis setelah HoA bisa berlanjut sebagai mitra strategis joint venture dalam proyek pengembangan Kompleks Petrokimia Balongan. (Baca juga: Pengguna Ponsel Android Didesak Hapus Aplikasi Berbahaya Ini)
“Ke depan, Pertamina bersama pemerintah dan CPC Taiwan akan terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan proyek yang ditargetkan beroperasi pada 2026, ” kata dia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan mengawal proyek itu. Pasalnya, proyek tersebut merupaka proyek prioritas nasional. “Kami akan support dan tax holiday telah kami berikan. Saya hanya titip kalau proyek ini sudah jalan bisa melibatkan pengusaha di daerah dan UMKM,” kata dia. (Nanang Wijayanto)
(ysw)
Lihat Juga :