7 Penyebab Raksasa Migas Asing Hengkang dari Indonesia
Senin, 13 Desember 2021 - 15:22 WIB
Lalu kedua, perizinan berinvestasi di Indonesia begitu rumit. Ada kurang lebih 146 perizinan dari berbagi kementerian dan lembaga untuk berinvestasi di hulu migas. Hal ini dinilai membingungkan dan membuang waktu investor untuk menanamkan modalnya.
Ketiga, lanjut Mamit, berdasarkan data dari Wood Mackenzie, daya tarik kebijakan fiskal Indonesia masih sangat rendah dan di bawah negara tetangga Malaysia.
"Skor kita di angka 2,4 sedangkan Malaysia 3,3. Perlu adanya kebijakan fiskal yang menarik dan lebih atraktif agar investasi di hulu migas bisa semakin tinggi," katanya.
Keempat terkait dengan permasalahan lahan. Menurut Mamit, pembebasan lahan yang sulit dan lama bisa menyebabkan investor malas untuk berinvestasi.
Kelima, isu sosial di masyarakat. Banyak isu sosial yang terjadi di masyarakat membuat investor khawatir akan keamanan bisnis mereka.
Ketiga, lanjut Mamit, berdasarkan data dari Wood Mackenzie, daya tarik kebijakan fiskal Indonesia masih sangat rendah dan di bawah negara tetangga Malaysia.
"Skor kita di angka 2,4 sedangkan Malaysia 3,3. Perlu adanya kebijakan fiskal yang menarik dan lebih atraktif agar investasi di hulu migas bisa semakin tinggi," katanya.
Keempat terkait dengan permasalahan lahan. Menurut Mamit, pembebasan lahan yang sulit dan lama bisa menyebabkan investor malas untuk berinvestasi.
Kelima, isu sosial di masyarakat. Banyak isu sosial yang terjadi di masyarakat membuat investor khawatir akan keamanan bisnis mereka.
Lihat Juga :