Cukai Rokok Naik Gila-gilaan Tahun Depan, Buat Nambal Defisit APBN?
Selasa, 14 Desember 2021 - 17:15 WIB
Melihat hal tersebut, Suseno mengatakan penanaman tembakau pada tahun depan diprediksikan akan menurun, meskipun tahun depan musimnya sedang bagus. Karena menurutnya petani akan mengantisipasi dengan mengurangi tanaman.
"Ini memang berat bagi petani, kenaikan itu tinggi, tahun kemarin memang sama kenaikannya, hanya SKT (Sigaret Kretek Tangan) tidak naik," sambung Suseno.
Baca Juga: Harga Rokok Tahun Depan Rp40.100 per Bungkus, Cek Fakta Sebenarnya
Dia menambahkan konsumsi rokok itu 340 miliar batang dalam satu tahun. Kalau misalnya turun 10% berarti ada penurunan 3,4 miliar batang. Selanjutnya satu batang rokok menggunakan tembakau 1 gram makan serapan tembakau akan turun 34 ribu ton.
Menurutnya kenaikan cukai tersebut untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Semata-mata untuk mencukupi kebutuhan duit pemerintah lah, tidak berfikir tentang petani dan buruh, kita sudah cape sebetulnya minta kepada pemerintah terkait cukai tembakau," pungkasnya.
"Ini memang berat bagi petani, kenaikan itu tinggi, tahun kemarin memang sama kenaikannya, hanya SKT (Sigaret Kretek Tangan) tidak naik," sambung Suseno.
Baca Juga: Harga Rokok Tahun Depan Rp40.100 per Bungkus, Cek Fakta Sebenarnya
Dia menambahkan konsumsi rokok itu 340 miliar batang dalam satu tahun. Kalau misalnya turun 10% berarti ada penurunan 3,4 miliar batang. Selanjutnya satu batang rokok menggunakan tembakau 1 gram makan serapan tembakau akan turun 34 ribu ton.
Menurutnya kenaikan cukai tersebut untuk menambal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Semata-mata untuk mencukupi kebutuhan duit pemerintah lah, tidak berfikir tentang petani dan buruh, kita sudah cape sebetulnya minta kepada pemerintah terkait cukai tembakau," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :