Batu Bara Mau Dipensiunkan, Sri Mulyani Masih Pusing Soal Dana
Rabu, 15 Desember 2021 - 21:03 WIB
Lebih lanjut, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan bahwa saat ini konsumsi listrik turun. Salah satu pemicunya adalah pandemi yang menyebabkan kebijakan bekerja dari rumah sehingga konsumsi listrik di perkantoran menurun. "Pertumbuhan permintaan listrik turun karena kantor sepi, orang-orang enggak kerja (di kantor)," tukasnya.
Baca juga: Prospek Batu Bara Masih Optimistis hingga Tahun 2041
Dia menambahkan, pemerintah bersama Bank Pembangunan Asia atau ADB akan membangun model bisnis untuk diaplikasikan ke depan dalam menopang transisi energi. "Transisi itu pun harus affordable," tandasnya.
Sebelumnya, pada KTT Iklim PBB COP26 bulan November lalu sebanyak 23 negara, termasuk Indonesia menyatakan komitmen untuk meninggalkan batu bara.
Pengumuman ini menyusul dihapusnya pendanaan batu bara, sejalan dengan langkah negara-negara maju menjanjikan dukungan baru untuk membantu negara berkembang merealisasikan transisi ke energi bersih.
Baca juga: Prospek Batu Bara Masih Optimistis hingga Tahun 2041
Dia menambahkan, pemerintah bersama Bank Pembangunan Asia atau ADB akan membangun model bisnis untuk diaplikasikan ke depan dalam menopang transisi energi. "Transisi itu pun harus affordable," tandasnya.
Sebelumnya, pada KTT Iklim PBB COP26 bulan November lalu sebanyak 23 negara, termasuk Indonesia menyatakan komitmen untuk meninggalkan batu bara.
Pengumuman ini menyusul dihapusnya pendanaan batu bara, sejalan dengan langkah negara-negara maju menjanjikan dukungan baru untuk membantu negara berkembang merealisasikan transisi ke energi bersih.
(ind)
Lihat Juga :