Miris! 68% BUMN Penerima PMN Berpotensi Bangkrut, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Jum'at, 17 Desember 2021 - 13:37 WIB
Bhima menilai, BUMN yang ternagtung pada suntikan modal dari pemerintah ini akan mengalami tekanan tinggi bila pemerintah membatasi atau memangkas penyertaan modalnya.
"Ada beberapa faktor krusial yang membuat BUMN itu rawan pailit ya. Satu, APBN itu terbatas, artinya kemampuan negara untuk terus menyuntik atau PMN itu akan mengalami tekanan juga atau bisa dipangkas juga. Nah, BUMN yang sudah terlanjur ketergantungan atau kecanduan terhadap PMN ini rentan ketika suplai dari negara dananya (dibatasi)," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (17/12/2021).
Sebab, kata dia, tak semua BUMN bisa mencari alternatif pendanaan baru. Bhima memandang, tata kelola perusahaan dan manajemen yang kurang profesional menjadi sebab utama ketidakpercayaan kreditur kepada perusahaan.
Kondisi tersebut diperparah oleh program restrukturisasi keuangan yang dinilai tidak efektif. Akibatnya, kinerja perusahaan tak kunjung dapat bersaing.
"Tanpa adanya proteksi regulasi dan bantuan dana pemerintah, banyak BUMN yang memang tidak bisa bersaing karena produknya kalah bersaing dibandingkan dengan pemain swasta," ujarnya.
"Ada beberapa faktor krusial yang membuat BUMN itu rawan pailit ya. Satu, APBN itu terbatas, artinya kemampuan negara untuk terus menyuntik atau PMN itu akan mengalami tekanan juga atau bisa dipangkas juga. Nah, BUMN yang sudah terlanjur ketergantungan atau kecanduan terhadap PMN ini rentan ketika suplai dari negara dananya (dibatasi)," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (17/12/2021).
Sebab, kata dia, tak semua BUMN bisa mencari alternatif pendanaan baru. Bhima memandang, tata kelola perusahaan dan manajemen yang kurang profesional menjadi sebab utama ketidakpercayaan kreditur kepada perusahaan.
Kondisi tersebut diperparah oleh program restrukturisasi keuangan yang dinilai tidak efektif. Akibatnya, kinerja perusahaan tak kunjung dapat bersaing.
"Tanpa adanya proteksi regulasi dan bantuan dana pemerintah, banyak BUMN yang memang tidak bisa bersaing karena produknya kalah bersaing dibandingkan dengan pemain swasta," ujarnya.
Lihat Juga :