Pendapatan Berulang Stabil, Kinerja SILO Diyakini Terus Positif
Selasa, 09 Juni 2020 - 11:31 WIB
Dia mengatakan, bagi pelaku pasar, khususnya investor lokal, dalam menentukan posisi SILO ini bisa melihat valuasinya, pergerakan foreign flow dan tren harga. Bagi mereka yang memiliki horizon investasi jangka panjang bisa masuk untuk mengoleksi, mengingat dari sisi harga sudah lumayan terdiskon namun dengan tetap melihat arah indeks.
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menambahkan, dalam jangka panjang, emiten kesehatan secara kinerja akan tetap positif karena permintaan terhadap sektor kesehatan pasti meningkat. "Dari sisi peluang tumbuh positif karena permintaan terhadap sektor kesehatan terus meningkat," ujar Nafan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Grup, Caroline Riady menjelaskan, capaian positif tersebut mengkonfirmasi strategi bisnis perusahaan yang mengalami rebound kuat selama sebulan terakhir. "Ke depannya, Siloam akan fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan profitabilitas rumah sakit," ujarnya.
Caroline menambahkan, Siloam memiliki arus kas yang kuat selama 2019. Arus kas operasi meningkat 220% menjadi Rp652 miliar, sementara Arus kas bebas tercatat positif Rp184 miliar dibandingkan negatif Rp595 miliar di 2018. Total uang tunai pada Desember 2019 menjadi Rp314 miliar, meningkat 45% dibandingkan dengan tahun lalu Rp216 miliar.
"Posisi kas yang kuat memberikan landasan operasional yang kokoh untuk Siloam," tegas Caroline.
Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji menambahkan, dalam jangka panjang, emiten kesehatan secara kinerja akan tetap positif karena permintaan terhadap sektor kesehatan pasti meningkat. "Dari sisi peluang tumbuh positif karena permintaan terhadap sektor kesehatan terus meningkat," ujar Nafan.
Sebelumnya, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Grup, Caroline Riady menjelaskan, capaian positif tersebut mengkonfirmasi strategi bisnis perusahaan yang mengalami rebound kuat selama sebulan terakhir. "Ke depannya, Siloam akan fokus pada peningkatan kualitas layanan kesehatan dan profitabilitas rumah sakit," ujarnya.
Caroline menambahkan, Siloam memiliki arus kas yang kuat selama 2019. Arus kas operasi meningkat 220% menjadi Rp652 miliar, sementara Arus kas bebas tercatat positif Rp184 miliar dibandingkan negatif Rp595 miliar di 2018. Total uang tunai pada Desember 2019 menjadi Rp314 miliar, meningkat 45% dibandingkan dengan tahun lalu Rp216 miliar.
"Posisi kas yang kuat memberikan landasan operasional yang kokoh untuk Siloam," tegas Caroline.
(fjo)
Lihat Juga :