Belum Ada Kebulatan Aturan di Saudi, Umrah Ditunda ke 2022
Rabu, 22 Desember 2021 - 07:28 WIB
Pemberangkatan jemaah umrah RI ditunda ke bulan Januari 2022. Foto/REUTERS/Marwa Rashad
JAKARTA - Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menyatakan pemerintah memutuskan keberangkatan jemaah umrah ke Tanah Suci yang sedianya dilakukan pada akhir tahun ini ditunda ke Januari 2022.
Menurut dia, berbagai instansi di Arab Saudi masih belum memiliki kesepakatan satu dan lainnya, misalnya terkait masa karantina jemaah umrah yang direncanakan hanya satu hari.
“Kami sedang membahas hal teknisnya. Seperti biaya pungutan, lama karantina di sana, ataupun persyaratan vaksinasi. Tapi di sana juga belum ada kesepakatan antar instansi karena itu harus diundur," kata Hilman dalam webinar di Jakarta, dikutip Rabu (21/12/2021).
Baca juga: Umrah Dibatalkan H-6 Keberangkatan, Asosiasi Kecewa
Dia mengatakan, sebagai permulaan, keberangkatan jemaah umrah akan dilakukan bertahap dan terbatas sekitar puluhan jemaah. Hal ini penting sebagai percontohan untuk nanti keberangkatan umrah dalam jumlah banyak bisa berjalan mulus, tenang, tanpa ada gejolak.
"Saya lihat rombongan perdana hanya puluhan dari Malaysia. Jadi kita akan lakukan bertahap hingga normal nanti. Peran Kemenag hanya pendampingan sementara hingga nanti dipegang kembali oleh pelaku PPIU," jelasnya.
Menurut dia, berbagai instansi di Arab Saudi masih belum memiliki kesepakatan satu dan lainnya, misalnya terkait masa karantina jemaah umrah yang direncanakan hanya satu hari.
“Kami sedang membahas hal teknisnya. Seperti biaya pungutan, lama karantina di sana, ataupun persyaratan vaksinasi. Tapi di sana juga belum ada kesepakatan antar instansi karena itu harus diundur," kata Hilman dalam webinar di Jakarta, dikutip Rabu (21/12/2021).
Baca juga: Umrah Dibatalkan H-6 Keberangkatan, Asosiasi Kecewa
Dia mengatakan, sebagai permulaan, keberangkatan jemaah umrah akan dilakukan bertahap dan terbatas sekitar puluhan jemaah. Hal ini penting sebagai percontohan untuk nanti keberangkatan umrah dalam jumlah banyak bisa berjalan mulus, tenang, tanpa ada gejolak.
"Saya lihat rombongan perdana hanya puluhan dari Malaysia. Jadi kita akan lakukan bertahap hingga normal nanti. Peran Kemenag hanya pendampingan sementara hingga nanti dipegang kembali oleh pelaku PPIU," jelasnya.
Lihat Juga :