Pelatihan Kartu Prakerja Tetap Online, Pemerintah Sebut Offline Lebih Mahal
Selasa, 09 Juni 2020 - 14:42 WIB
Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja mengatakan salah satu kendala penyelenggaraan pelatihan Program Kartu Prakerja secara tatap muka langsung (offline) adalah biaya pelatihannya yang mahal. Foto/Dok
JAKARTA - Pelatihan dalam program Kartu Prakerja sepertinya bakal tetap berlangsung online di tengah transisi menuju new normal. Alasannya, Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja mengatakan salah satu kendala penyelenggaraan pelatihan Program Kartu Prakerja secara tatap muka langsung (offline) adalah biaya pelatihannya yang mahal.
(Baca Juga: Peserta Kartu Prakerja Didominasi 80% Pengangguran )
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan dana yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan secara offline jauh lebih besar dari bantuan pemerintah yang hanya Rp1 juta. Data yang didapat sementara biayanya dapat mencapai Rp5 juta untuk pelatihan tatap muka.
"Bantuan untuk peserta hanya Rp1 juta tapi kenyataannya pelatihan offline lembaga pelatihan rata-rata nilainya Rp5 juta. Jadi perlu dilihat lagi dan masih kita kaji," ujar Panji di Jakarta.
(Baca Juga: Peserta Kartu Prakerja Didominasi 80% Pengangguran )
Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan dana yang harus dikeluarkan untuk mengikuti pelatihan secara offline jauh lebih besar dari bantuan pemerintah yang hanya Rp1 juta. Data yang didapat sementara biayanya dapat mencapai Rp5 juta untuk pelatihan tatap muka.
"Bantuan untuk peserta hanya Rp1 juta tapi kenyataannya pelatihan offline lembaga pelatihan rata-rata nilainya Rp5 juta. Jadi perlu dilihat lagi dan masih kita kaji," ujar Panji di Jakarta.
Lihat Juga :