Peserta Kartu Prakerja Didominasi 80% Pengangguran
Senin, 08 Juni 2020 - 21:23 WIB
loading...
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menujukkan mayoritas penerima manfaat program Kartu Prakerja merupakan 80% pengangguran. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program kartu prakerja menjadi suatu solusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah pandemi virus corona. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menujukkan mayoritas penerima manfaat program Kartu Prakerja merupakan 80% pengangguran.
(Baca Juga: Janji Surga Pembukaan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Tersendat )
Rinciannya, survei paling banyak diikuti oleh laki-laki dengan komposisi 66,5% dan perempuan 33,5%. Sementara dari usia penerima manfaat dari 18-68 tahun. Ekonom TNP2K Elan Satriawan mengatakan 80,8% peserta Kartu Prakerja pada saat mendaftar dan melakukan pelatihan berada dalam posisi tidak memiliki pekerjaan.
"Periode survei dilakukan pada 19 Mei sampai 1 Juni, kita mendapat bantuan dari ahli statistik yang mana dalam survei itu sebanyak 80,8% itu pengganguran yang mengikuti pendaftaran kartu pra kerja," kata Elan dalam video conference, Jakarta, Senin (8/6/2020).
Lebih lanjut hasil survei subjektif ini menunjukkan gambaran angka pengangguran nasional, dimana paling banyak penerima manfaat berasal dari anak-anak muda lulusan SMK sederajat. Rinciannya terakhir penerima manfaat didominasi SMA/SMK sederajat 58,93% dan S1 25,27%, kelompok pendidikan lan tidak lebih dari kisaran 5%.
(Baca Juga: Janji Surga Pembukaan Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Tersendat )
Rinciannya, survei paling banyak diikuti oleh laki-laki dengan komposisi 66,5% dan perempuan 33,5%. Sementara dari usia penerima manfaat dari 18-68 tahun. Ekonom TNP2K Elan Satriawan mengatakan 80,8% peserta Kartu Prakerja pada saat mendaftar dan melakukan pelatihan berada dalam posisi tidak memiliki pekerjaan.
"Periode survei dilakukan pada 19 Mei sampai 1 Juni, kita mendapat bantuan dari ahli statistik yang mana dalam survei itu sebanyak 80,8% itu pengganguran yang mengikuti pendaftaran kartu pra kerja," kata Elan dalam video conference, Jakarta, Senin (8/6/2020).
Lebih lanjut hasil survei subjektif ini menunjukkan gambaran angka pengangguran nasional, dimana paling banyak penerima manfaat berasal dari anak-anak muda lulusan SMK sederajat. Rinciannya terakhir penerima manfaat didominasi SMA/SMK sederajat 58,93% dan S1 25,27%, kelompok pendidikan lan tidak lebih dari kisaran 5%.
Lihat Juga :