RI Harus Punya Strategi Besar, Erick Thohir: Kalau Ekspor Raw Material Tidak Dapat Apa-apa
Rabu, 29 Desember 2021 - 10:34 WIB
Menurutnya, globalisasi memungkinkan adanya pasar terbuka bagi negara-negara di dunia. Hanya saja, Indonesia berkomitmen memperkuat ekosistemnya atau secara mandiri membangun industri pertambangan dari hulu ke hilir. Komitmen itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya, Kepala Negara menolak menandatangani kesepakatan kerja sama rantai pasok (supply chain) bahan baku pertambangan dengan sejumlah negara. Penolakan dilakukan saat pelaksanaan forum kerja sama multilateral G20 di Roma dan COP26 di Glasgow beberapa waktu lalu.
Menurut Erick Thohir, alasan Presiden menolak menandatangani kesepakatan supply chain tersebut karena Indonesia dituntut untuk mengirimkan bahan baku pertambangan sebanyak mungkin kepada sejumlah negara
"Untuk pasar global artinya apa? Bukan berarti kita anti asing, atau kita tidak suka turis asing. Itu salah besar. Pasar global artinya apa? Memang Indonesia punya keinginan bahwa sumber daya alam yang kita miliki saat ini, Pak Presiden ingin di hilirisasi di Indonesia, jadi seperti nikel kalau bisa diproduksi di Indonesia sampai baterai listriknya," tutur dia.
Baca Juga: Setop Ekspor Bahan Mentah! Jokowi: Kita Paksa BUMN, Swasta hingga Investor
Sebelumnya, Kepala Negara menolak menandatangani kesepakatan kerja sama rantai pasok (supply chain) bahan baku pertambangan dengan sejumlah negara. Penolakan dilakukan saat pelaksanaan forum kerja sama multilateral G20 di Roma dan COP26 di Glasgow beberapa waktu lalu.
Menurut Erick Thohir, alasan Presiden menolak menandatangani kesepakatan supply chain tersebut karena Indonesia dituntut untuk mengirimkan bahan baku pertambangan sebanyak mungkin kepada sejumlah negara
"Untuk pasar global artinya apa? Bukan berarti kita anti asing, atau kita tidak suka turis asing. Itu salah besar. Pasar global artinya apa? Memang Indonesia punya keinginan bahwa sumber daya alam yang kita miliki saat ini, Pak Presiden ingin di hilirisasi di Indonesia, jadi seperti nikel kalau bisa diproduksi di Indonesia sampai baterai listriknya," tutur dia.
Baca Juga: Setop Ekspor Bahan Mentah! Jokowi: Kita Paksa BUMN, Swasta hingga Investor
Lihat Juga :