Pertamina NRE-RusHydro Jajaki Pengembangan PLTA di Indonesia

Jum'at, 31 Desember 2021 - 07:48 WIB
Baca Juga: Dikerahkan, Sistem Rudal S-550 Rusia Diduga Senjata yang Lenyapkan Satelit

Kerja sama strategis ini, tegas dia, berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi air yang cukup besar di Indonesia. Potensi EBT di Indonesia sangat besar, termasuk potensi energi hidro (air).

Dalam peta jalan pengembangan pembangkit EBT yang tercantum dalam Rencana Umum Pembangkit Listrik (RUPTL) 2021–2030, penambahan per tahun kapasitas terpasang PLTA terbesar ada di tahun 2025, yaitu sebesar 2.478 MW. Dan pada tahun 2030, ditargetkan total penambahan kapasitas terpasangnya mencapai 9.272 MW. Sedangkan wilayah dengan target kapasitas terpasang PLTA terbesar di dalam peta jalan tersebut adalah Jawa, Madura, dan Bali, dengan total kapasitas pada tahun 2030 mencapai sekitar 3.900 MW.

Danif menjelaskan, Pertamina NRE secara aktif menjajaki kerja sama strategis pihak lain dalam rangka mendukung upaya transisi energi. Belum lama ini Pertamina NRE juga menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) tentang sinergi dalam proyek-proyek penyediaan energi bersih baik di dalam maupun luar negeri seperti potensi pemanfaatan PLTA untuk green hydrogen.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!