Kontribusi Sektor Perikanan ke PDRB Sulsel Capai 10,10 Persen
Jum'at, 07 Januari 2022 - 18:55 WIB
"Ke depan itu yang paling penting adalah bagaimana penciptaan nilai tambah atau value added," ungkapnya kepada SINDOnews, Jumat (7/1/2022).
Hal itu, kata Sulkaf, sesuai dengan instruksi Gubernur agar hasil kelautan dan perikanan di Sulsel diolah untuk meningkatkan nilainya. Sebagai contoh, rumput laut Sulsel yang kini sudah semi olahan.
Baca juga:KKP Ungkap Kiat Produk Perikanan RI Bisa Diterima di 171 Negara
Lalu sebagai produsen ikan bandeng terbesar di Indonesia, Sulsel memanfaatkan potensi tersebut dengan menciptakan ikan bandeng tanpa duri. "Kan itu tentu nilainya lebih tinggi. Jadi ke depan itu yang akan didorong," tambahnya.
Adapun upaya yang akan dilakukan untuk mendorong penciptaan nilai tambah hasil perikanan di Sulsel yaitu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi hingga pengusaha.
Produksi perikanan Sulsel mencapai 3,4 juta ton dengan nilai Rp19,93 triliun hingga posisi September 2021. Capaian tersebut sudah berada pada posisi 78,31 persen dari target 2021 sebesar 4,3 juta ton.
Hal itu, kata Sulkaf, sesuai dengan instruksi Gubernur agar hasil kelautan dan perikanan di Sulsel diolah untuk meningkatkan nilainya. Sebagai contoh, rumput laut Sulsel yang kini sudah semi olahan.
Baca juga:KKP Ungkap Kiat Produk Perikanan RI Bisa Diterima di 171 Negara
Lalu sebagai produsen ikan bandeng terbesar di Indonesia, Sulsel memanfaatkan potensi tersebut dengan menciptakan ikan bandeng tanpa duri. "Kan itu tentu nilainya lebih tinggi. Jadi ke depan itu yang akan didorong," tambahnya.
Adapun upaya yang akan dilakukan untuk mendorong penciptaan nilai tambah hasil perikanan di Sulsel yaitu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi hingga pengusaha.
Produksi perikanan Sulsel mencapai 3,4 juta ton dengan nilai Rp19,93 triliun hingga posisi September 2021. Capaian tersebut sudah berada pada posisi 78,31 persen dari target 2021 sebesar 4,3 juta ton.
Lihat Juga :