9 Holding BUMN Ditargetkan Terbentuk, Erick Thohir: Jangan Jadi Kepanjangan Birokrasi

Senin, 17 Januari 2022 - 21:20 WIB
Kementerian BUMN memang terus mengkonsolidasikan sejumlah klaster BUMN ke dalam masing-masing payung holding. Langkah transformasi itu akan dilakukan hingga 2024 mendatang. Aksi korporasi Erick Thohir itu sudah dicanangkan jauh-jauh hari atau dicatatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kementerian BUMN tahun 2020-2024.

Secara agregat akan ada sembilan holding yang akan dibentuk Erick. Kesembilan holding BUMN di antaranya, Holding Farmasi, Asuransi, Jasa Survei, industri Pangan. Lalu, Holding Industri Manufaktur, Holding BUMN Pertahanan, Holding Industri Media, Holding Layanan Kepelabuhanan, Holding Layanan Transportasi dan Pariwisata.

Saat ini sudah ada lima holding yang diresmikan di antaranya Holding BUMN Ultra Mikro. Pada September 2021 pemegang saham resmi meluncurkan berdirinya Holding BUMN Ultra Mikro. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan pengalihan saham negara pada PT Pegadaian, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Lalu, Injourney atau Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya diluncurkan pada 13 Januari 2022. Erick Thohir menaksir total aset Injourney bisa mencapai Rp260 triliun.

Adapun perusahaan pelat merah yang tergabung dalam holding ini antara lain PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Baca Juga: Resmi Diluncurkan, Aset Holding BUMN Pariwisata Bisa Tembus Rp260 Triliun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!