YLKI Sebut Pemerintah Salah Strategi dalam Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga
Senin, 24 Januari 2022 - 19:30 WIB
Pertama, kata Tulus, ini merupakan bentuk kesalahan strategi marketing pemerintah dalam membuat kebijakan publik. Dia menilai pemerintah gagal dalam membaca perilaku konsumen Indonesia.
Baca juga: Harga Meroket, Ternyata Pasar Minyak Goreng RI Dikuasai 4 Produsen Raksasa
Kedua, dari sisi konsumen, perilaku panic buying juga merupakan fenomena yang anomali dan cenderung sikap yang egoistik, hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
"Terkait hal ini, menurut keterangan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), stok minyak satu harga makin menipis. Seharusnya pemerintah membatasi pembelian, misalnya konsumen hanya boleh membeli 1 bungkus/satu liter saja," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).
Menurut dia, intervensi pemerintah terhadap harga minyak goreng tidak akan efektif dikarenakan salah strategi. "Tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," cetusnya.
Baca juga: Harga Meroket, Ternyata Pasar Minyak Goreng RI Dikuasai 4 Produsen Raksasa
Kedua, dari sisi konsumen, perilaku panic buying juga merupakan fenomena yang anomali dan cenderung sikap yang egoistik, hanya mementingkan kepentingannya sendiri.
"Terkait hal ini, menurut keterangan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), stok minyak satu harga makin menipis. Seharusnya pemerintah membatasi pembelian, misalnya konsumen hanya boleh membeli 1 bungkus/satu liter saja," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).
Menurut dia, intervensi pemerintah terhadap harga minyak goreng tidak akan efektif dikarenakan salah strategi. "Tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," cetusnya.
(ind)
Lihat Juga :