Biaya Logistik Masih Tinggi, Luhut Tak Ingin Indonesia Jadi Feeder Angkutan Laut
Kamis, 27 Januari 2022 - 08:04 WIB
Menko Luhut menilai dengan digitalisasi dan hilirisasi yang terintegrasi sistemnya, maka para pelaku logisitik dapat menghemat sebesar 30 Persen. Ia bertekad bersama pemerintah untuk membuat skema, strategi dan bentuk studinya.
"Untuk sekadar diketahui, kita ini dari Indonesia hampir 18 juta TEUs setahun, mungkin lebih sekarang. Itu rata-rata kita jadi feeder saja pada negara tetangga. Negara tetangga menikmati, cost kita naik," katanya.
Baca Juga: Gawat, Stok Bahan Makanan di Pasar Grosir Amerika Menipis Saat Biaya Logistik Mahal
Dengan begitu, ia menegaskan Indonesia kini siap untuk mendorong hilirisasi dan efisiensi di pelabuhan dan mendorong yang menyangkut komoditi lain. "Sekarang kita nggak mau, kita mau sekarang direct call saja langsung ke final destination (tujuan akhir), itu akan murah. Indonesia ke depan yang menyangkut tadi industri hilirisasi," pungkasnya.
"Untuk sekadar diketahui, kita ini dari Indonesia hampir 18 juta TEUs setahun, mungkin lebih sekarang. Itu rata-rata kita jadi feeder saja pada negara tetangga. Negara tetangga menikmati, cost kita naik," katanya.
Baca Juga: Gawat, Stok Bahan Makanan di Pasar Grosir Amerika Menipis Saat Biaya Logistik Mahal
Dengan begitu, ia menegaskan Indonesia kini siap untuk mendorong hilirisasi dan efisiensi di pelabuhan dan mendorong yang menyangkut komoditi lain. "Sekarang kita nggak mau, kita mau sekarang direct call saja langsung ke final destination (tujuan akhir), itu akan murah. Indonesia ke depan yang menyangkut tadi industri hilirisasi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :