Pembukaan Travel Bubble RI dengan 4 Negara Tunggu Corona Reda
Sabtu, 13 Juni 2020 - 09:17 WIB
"Empat negara ini sebagai prototyping sebelum membuka ke (negara) yang lain. Harapannya dengan kita buka dulu itu akan belajar, tahu plus-minusnya. Dari pengalaman itu mungkin bisa diterapkan dengan travel bubble atau travel corridor dengan tempat lain," ujarnya saat jumpa pers virtual, Jumat (12/6/2020).
Menurut Oddo, saat ini pemerintah masih membahas kriteria dan protokol terkait travel bubble, untuk kemudian nantinya akan dibahas dengan beberapa negara. "Disitu akan ada proses perundingan apakah kriteria yang kita terapkan sesuai dengan mereka," ucapnya.
Oddo mengaku belum bisa memastikan kapan persisnya travel bubble akan dibuka. Pasalnya, harus dilihat juga tren kasus Covid-19 di Indonesia yang sejauh ini masih fluktuatif. Artinya, cepat atau lambatnya pembukaan ini juga tergantung keberhasilan Indonesia menekan angka kasus corona. (Baca : Bertambah 1.111, Kasus Positif Corona di Indonesia Menjadi 36.406 )
"Dalam membuat travel bubble, salah satu yang harus diperhatikan adalah aspek kesehatan dan safety. Ini harus disiapkan. Mengenai kapannya, tergantung perkembangan Covid-19 di Indonesia. Ini terus kita pantau dan koordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19," tuturnya.
Sementara itu, terkait pemilihan empat negara tersebut, Oddo menyebut salah satu pertimbangan adalah banyaknya investasi dari negara-negara tersebut di Indonesia. Sehingga, dengan travel bubble bisa memperlancar aktivitas atau perjalanan bisnis mereka, dan pada akhirnya diharapkan mendorong perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Menurut Oddo, saat ini pemerintah masih membahas kriteria dan protokol terkait travel bubble, untuk kemudian nantinya akan dibahas dengan beberapa negara. "Disitu akan ada proses perundingan apakah kriteria yang kita terapkan sesuai dengan mereka," ucapnya.
Oddo mengaku belum bisa memastikan kapan persisnya travel bubble akan dibuka. Pasalnya, harus dilihat juga tren kasus Covid-19 di Indonesia yang sejauh ini masih fluktuatif. Artinya, cepat atau lambatnya pembukaan ini juga tergantung keberhasilan Indonesia menekan angka kasus corona. (Baca : Bertambah 1.111, Kasus Positif Corona di Indonesia Menjadi 36.406 )
"Dalam membuat travel bubble, salah satu yang harus diperhatikan adalah aspek kesehatan dan safety. Ini harus disiapkan. Mengenai kapannya, tergantung perkembangan Covid-19 di Indonesia. Ini terus kita pantau dan koordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19," tuturnya.
Sementara itu, terkait pemilihan empat negara tersebut, Oddo menyebut salah satu pertimbangan adalah banyaknya investasi dari negara-negara tersebut di Indonesia. Sehingga, dengan travel bubble bisa memperlancar aktivitas atau perjalanan bisnis mereka, dan pada akhirnya diharapkan mendorong perjalanan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Lihat Juga :