Hadapi Invasi Rusia, Ukraina Bakal Dapat Bantuan IMF Rp31,62 Triliun
Sabtu, 26 Februari 2022 - 07:11 WIB
"Kami siap memberikan dukungan segera kepada Ukraina dan sedang mempersiapkan opsi untuk dukungan tersebut, termasuk pembiayaan yang cepat," kata Malpass, menambahkan bahwa Bank Dunia dan IMF berkoordinasi untuk memantau dampak agresi Rusia.
Efek bola salju konflik Ukraina-Rusia telah mendongkrak harga minyak mentah dunia ke level tertinggi sejak 2014, menambah tekanan inflasi global yang mengkhawatirkan.
Pada Bulan Januari, IMF memangkas perkiraan PDB dunia untuk 2022 menjadi 4,4% atau setengah poin lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada Oktober, karena 'hambatan' yang disebabkan oleh wabah virus corona terbaru.
Di sisi lain Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada hari Kamis mengumumkan, sanksi ekonomi baru terhadap Moskow, termasuk membekukan aset bank-bank besar dan memotong ekspor teknologi tinggi ke negara itu, setelah berkoordinasi dengan Eropa.
Namun, para analis mencatat bahwa Moskow telah mempersiapkan selama bertahun-tahun untuk menahan sanksi semacam itu. Rusia membangun peti perang uang tunai dan emas dan memiliki utang yang sangat rendah.
"Ini bukan kebetulan. Saya pikir itu merupakan bagian dari apa yang kita sebut strategi benteng Rusia," kata Elina Ribakova dari Institute of International Finance, sebuah asosiasi perbankan global.
"Semua perubahan itu didesain dalam kebijakan makroekonomi untuk mengakomodasi ambisi geopolitik. Mereka (Rusia) memiliki celengan yang dapat melindungi dari sanksi," katanya kepada AFP.
Efek bola salju konflik Ukraina-Rusia telah mendongkrak harga minyak mentah dunia ke level tertinggi sejak 2014, menambah tekanan inflasi global yang mengkhawatirkan.
Pada Bulan Januari, IMF memangkas perkiraan PDB dunia untuk 2022 menjadi 4,4% atau setengah poin lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada Oktober, karena 'hambatan' yang disebabkan oleh wabah virus corona terbaru.
Di sisi lain Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada hari Kamis mengumumkan, sanksi ekonomi baru terhadap Moskow, termasuk membekukan aset bank-bank besar dan memotong ekspor teknologi tinggi ke negara itu, setelah berkoordinasi dengan Eropa.
Namun, para analis mencatat bahwa Moskow telah mempersiapkan selama bertahun-tahun untuk menahan sanksi semacam itu. Rusia membangun peti perang uang tunai dan emas dan memiliki utang yang sangat rendah.
"Ini bukan kebetulan. Saya pikir itu merupakan bagian dari apa yang kita sebut strategi benteng Rusia," kata Elina Ribakova dari Institute of International Finance, sebuah asosiasi perbankan global.
"Semua perubahan itu didesain dalam kebijakan makroekonomi untuk mengakomodasi ambisi geopolitik. Mereka (Rusia) memiliki celengan yang dapat melindungi dari sanksi," katanya kepada AFP.
Lihat Juga :