IMF dan Bank Dunia Janjikan Bantuan Rp74,36 Triliun bagi Ukraina
Rabu, 02 Maret 2022 - 17:30 WIB
IMF dan Bank Dunia menyatakan dukungannya bagi Ukraina, termasuk menyiapkan pendanaan bersama sebesar Rp74,36 triliun. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Dana Moneter Internasional ( IMF ) dan Bank Dunia dalam pernyataan bersama menegaskan dukungannya bagi Ukraina yang tengah menghadapi invasi Rusia. Bersama-sama, kedua lembaga keuangan dunia itu menjanjikan bantuan sebesar USD5,2 miliar atau sekitar Rp74,36 triliun (kurs Rp14.300 per USD) bagi Ukraina.
"Kami sangat terguncang dan sedih akibat dampak kemanusiaan dan ekonomi yang disebabkan oleh perang di Ukraina. Kami bersama rakyat Ukraina menghadapi perkembangan yang mengerikan ini," ungkap Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pernyataan yang dikutip Rabu (2/3/2022).
Baca Juga: Solidaritas untuk Ukraina, Presiden Taiwan Sumbangkan Gajinya Buat Bantuan Kemanusiaan
Dia menambahkan, perang Rusia-Ukraina juga menyebabkan dampak signifikan bagi negara-negara lainnya. Harga komoditas merambat naik meningkatkan risiko inflasi yang akan paling dirasakan oleh kaum miskin.
Disrupsi di pasar finansial juga akan semakin memburuk seiring berlanjutnya konflik. Sanksi-sanki ekonomi yang dijatuhkan kepada Rusia juga akan berdampak signifikan bagi perekonomian dunia. "Saat ini kami tengah menilai situasi dan mendiskusikan kebijakan yang tepat bersama mitra-mitra internasional kami," ujarnya.
Terkait permintaan pendanaan darurat dari Ukraina, lanjut Georgieva, IMF akan merespons melalui instrumen pendanaan cepat, yang diharapkan sudah siap sepekan ke depan.
"Kami sangat terguncang dan sedih akibat dampak kemanusiaan dan ekonomi yang disebabkan oleh perang di Ukraina. Kami bersama rakyat Ukraina menghadapi perkembangan yang mengerikan ini," ungkap Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam pernyataan yang dikutip Rabu (2/3/2022).
Baca Juga: Solidaritas untuk Ukraina, Presiden Taiwan Sumbangkan Gajinya Buat Bantuan Kemanusiaan
Dia menambahkan, perang Rusia-Ukraina juga menyebabkan dampak signifikan bagi negara-negara lainnya. Harga komoditas merambat naik meningkatkan risiko inflasi yang akan paling dirasakan oleh kaum miskin.
Disrupsi di pasar finansial juga akan semakin memburuk seiring berlanjutnya konflik. Sanksi-sanki ekonomi yang dijatuhkan kepada Rusia juga akan berdampak signifikan bagi perekonomian dunia. "Saat ini kami tengah menilai situasi dan mendiskusikan kebijakan yang tepat bersama mitra-mitra internasional kami," ujarnya.
Terkait permintaan pendanaan darurat dari Ukraina, lanjut Georgieva, IMF akan merespons melalui instrumen pendanaan cepat, yang diharapkan sudah siap sepekan ke depan.
Lihat Juga :