Perang Rusia-Ukraina Semakin Membakar Harga Batu Bara: Tembus USD446 per Ton

Minggu, 06 Maret 2022 - 12:45 WIB
"Akibat perang Rusia-Ukraina, apabila pasokan gas alam dan minyak dari Rusia masih terputus, maka pemanfaatan kembali energi fosil, termasuk batu bara berpotensi membesar. Ini akan meningkatkan permintaan di tengah ketatnya pasokan batu bara di tingkat global," ujar Anggawira dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2022).

Rusia adalah salah satu produsen minyak dan gas alam utama dan terbesar di dunia. Ekspor dua komoditas energi itu mewakili setengah dari penjualan luar negeri negara itu. Rusia, yang sekarang sedang terlibat dalam perang sengit di Ukraina, menyediakan sekitar 40% gas alam Eropa.

"Saya rasa penguatan harga batu bara juga akibat musim dingin yang berkepanjangan di negara yang memiliki empat musim, baik di Asia, Asia Tengah, Eropa, maupun Amerika. Situasi itu yang juga membuat permintaan batu bara semakin meningkat," ungkap Anggawira.

Dia juga mengatakan bahwa di prediksi produksi stagnan sedangkan harga minyak mentah dunia di atas USD100 per barel dan harga gas alam yang juga masih tinggi, orang-orang akan beralih ke batu bara.

"Peluang ini sangat baik untuk para pemasok batu bara di Indonesia, namun banyak hal yang perlu dicermati, bukan hanya semata-mata tergiur dengan terus meningkatnya harga," kata Anggawira.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!