Gawat! Harga Minyak Dekati USD140 per Barel, Level Tertinggi Sejak 2008

Senin, 07 Maret 2022 - 14:36 WIB
Kenaikan harga minyak terjadi menyusul langkah negara-negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa mempertimbangkan sanksi untuk melakukan embargo impor minyak dari Rusia. Selain itu, penundaan pasokan minyak dari Iran ke pasar global juga dinilai semakin mendongkrak harga minyak di pasaran.

"Boikot impor akan memberikan tekanan besar pada pasokan minyak dan gas yang telah merasakan dampak peningkatan permintaan," kata analis CMC Markets, dilansir Reuters, Senin (7/3/2022).

CMS Markets mencermati harga minyak dapat bergerak hingga level USD150 per barel dalam jangka dekat. Kenaikan harga bakal semakin memberikan tekanan lebih lanjut terhadap ekonomi global, dan mendorong inflasi bergerak lebih tinggi.

"Ini membuat bank sentral memperdebatkan seberapa cepat kenaikan suku bunga harus dilaksanakan," tegasnya.

Diketahui, harga minyak global telah melonjak 67% sejak awal 2022, menyusul kenaikan komoditas lainnya. Harga bahan bakar juga telah melampaui rekor sejak tahun 2008 saat harga bensin AS mencapai USD3,890 per galon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!