Dunia yang Dikelola dengan Kesetaraan Gender Bakal Untung Rp172.144 Triliun
Selasa, 08 Maret 2022 - 23:09 WIB
Untuk Kawasan Asia Pasifik, dengan penerapan kesetaraan gender yang tepat, maka akan tercipta pertumbuhan hingga USD4,5 triliun pada 2025.Dian yang juga CEO XL Axiata mengungkapkan, kehadiran perempuan di bidang manajerial akan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Ini yang membuat XL Axiata terus berusaha untuk membentuk pemimpin perempuan di bidang teknologi.
“Dua dari enam board yang ada di XL Axiata adalah perempuan. Tingkat inklusivitas di level manajerial juga sudah mencapai 30 persen. Dibandingkan perusahaan teknologi serupa, apa yang sudah dilakukan XL Axiata dalam hal kesetaraan gender sudah lebih baik. Karena itu, XL Axiata ingin terus menerapkan inklusivitas dan kesetaraan gender serta menyebarkan best practice kepada perusahaan lain,” jelas Dian.
Sambung Dian menambahkan, pandemi memberikan efek besar terhadap perempuan. Secara global, 5% perempuan kehilangan pekerjaan di masa pandemi. Jumlah itu lebih besar dibandingkan jumlah laki-laki yang kehilangan pekerjaan yaitu 3,9%. Selain itu, perempuan juga mempunyai beban tambahan selama pandemi yaitu sebagai caregiver.
“Tanggung jawab perempuan di rumah tangga bertambah yaitu jadi caregiver. Jadi kalau ada anggota keluarga yang positif Covid-19 maka kaum perempuan yang akan menjaga. Ini juga yang membuat kaum perempuan membatasi kegiatan di dunia pekerjaan,” ungkap Dian.
Baca Juga: Erick Thohir Menginginkan 18 Persen Direksi BUMN Dikuasai Kaum Hawa
“Dua dari enam board yang ada di XL Axiata adalah perempuan. Tingkat inklusivitas di level manajerial juga sudah mencapai 30 persen. Dibandingkan perusahaan teknologi serupa, apa yang sudah dilakukan XL Axiata dalam hal kesetaraan gender sudah lebih baik. Karena itu, XL Axiata ingin terus menerapkan inklusivitas dan kesetaraan gender serta menyebarkan best practice kepada perusahaan lain,” jelas Dian.
Sambung Dian menambahkan, pandemi memberikan efek besar terhadap perempuan. Secara global, 5% perempuan kehilangan pekerjaan di masa pandemi. Jumlah itu lebih besar dibandingkan jumlah laki-laki yang kehilangan pekerjaan yaitu 3,9%. Selain itu, perempuan juga mempunyai beban tambahan selama pandemi yaitu sebagai caregiver.
“Tanggung jawab perempuan di rumah tangga bertambah yaitu jadi caregiver. Jadi kalau ada anggota keluarga yang positif Covid-19 maka kaum perempuan yang akan menjaga. Ini juga yang membuat kaum perempuan membatasi kegiatan di dunia pekerjaan,” ungkap Dian.
Baca Juga: Erick Thohir Menginginkan 18 Persen Direksi BUMN Dikuasai Kaum Hawa
Lihat Juga :