Sambangi IndigoHub Makassar, Komut Telkom Cek Perkembangan Startup
Selasa, 15 Maret 2022 - 20:00 WIB
"Kalau melihat berbagai bidang atau spesialisasi yang dilakukan oleh Startup, maka kehadiran IndigoHub Makassar akan menjadi unik karena permasalahan pembangunan yang harus diselesaikan di Indonesia Timur berbeda dengan Indonesia Barat," sebutnya.
"Hal ini berarti startup yang kita harapkan lahir di IndigoHub Makassar adalah startup yang paling tidak bisa segera menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah keterbatasan yang masih ada di kawasan ini," sambung Bambang.
Secara konsep, Bambang memuji m startup di Kota Makassar sangat baik. Hal yang perlu ditingkatkan adalah meyakinkan para pemakai bahwa aplikasi digital yang sudah lengkap sudah menjawab kekhawatiran atau keinginantahuan dari pemakai.
Dia berharap apa yang sudah dilakukan hingga saat ini dapat terus dikembangkan karena merupakan puncak prestasi. Kedepannya aplikasi tersebut harus bisa membuktikan bahwa aplikasi tersebut mempunyai market yang luas dan memberikan manfaat untuk banyak orang.
"Apresiasi juga diberikan kepada Telkom yang telah membina IndigoHub dan memberikan bantuan pendanaan untuk bisa bekerja. Setiap startup atau perusahaan yang dibina itu selalu berpikir mengenai investasi, bentuk mindset kalau ingin maju dan kompetitive harus melakukan invetasi," jujar Bambang.
Komisaris Independen Telkom, Abdi Negera Nurdin memberikan saran dan masukan untuk startup yang dibina agar bisa konsisten dalam mengembangkan produk, mengingat beberapa startup banyak yang berhenti di fase 5 tahun pertama.
GM Witel Makassar, Nuryadin Salam, melaporkan bahwa IndigoHub Makassar adalah inkubator bisnis ICT ke-4 yang dikembangkan oleh Telkom setelah Bandung, Jogja, dan Jakarta. Tujuannya, untuk meningkatkan akselerasi jumlah pengembang untuk games, edutainment, music, animation dan software di Makassar.
"Hal ini berarti startup yang kita harapkan lahir di IndigoHub Makassar adalah startup yang paling tidak bisa segera menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah keterbatasan yang masih ada di kawasan ini," sambung Bambang.
Secara konsep, Bambang memuji m startup di Kota Makassar sangat baik. Hal yang perlu ditingkatkan adalah meyakinkan para pemakai bahwa aplikasi digital yang sudah lengkap sudah menjawab kekhawatiran atau keinginantahuan dari pemakai.
Dia berharap apa yang sudah dilakukan hingga saat ini dapat terus dikembangkan karena merupakan puncak prestasi. Kedepannya aplikasi tersebut harus bisa membuktikan bahwa aplikasi tersebut mempunyai market yang luas dan memberikan manfaat untuk banyak orang.
"Apresiasi juga diberikan kepada Telkom yang telah membina IndigoHub dan memberikan bantuan pendanaan untuk bisa bekerja. Setiap startup atau perusahaan yang dibina itu selalu berpikir mengenai investasi, bentuk mindset kalau ingin maju dan kompetitive harus melakukan invetasi," jujar Bambang.
Komisaris Independen Telkom, Abdi Negera Nurdin memberikan saran dan masukan untuk startup yang dibina agar bisa konsisten dalam mengembangkan produk, mengingat beberapa startup banyak yang berhenti di fase 5 tahun pertama.
GM Witel Makassar, Nuryadin Salam, melaporkan bahwa IndigoHub Makassar adalah inkubator bisnis ICT ke-4 yang dikembangkan oleh Telkom setelah Bandung, Jogja, dan Jakarta. Tujuannya, untuk meningkatkan akselerasi jumlah pengembang untuk games, edutainment, music, animation dan software di Makassar.
Lihat Juga :