Dipakai Menengah Atas, Harga BBM Nonsubsidi Harus Ikuti Mekanisme Pasar

Rabu, 16 Maret 2022 - 07:49 WIB
Terkait dengan itu, Piter mengatakan bahwa Pertamax, sama seperti BBM nonsubsidi lainnya, sangat wajar disesuaikan. Sebagai pembanding, Pertamax saat ini dijual Rp9.000 per liter, jauh di bawah harga produk RON 92 lainnya dari badan usaha swasta yang dijual di kisaran Rp12 ribuan per liter.

Lebih lanjut, Piter menjelaskan bahwa Pertamina sebagai BUMN memang tidak semata berorientasi bisnis dan juga harus mempertimbangkan kepentingan nasional dan masyarakat. Namun, kata dia, hal itu telah dipenuhi Pertamina dengan memastikan harga Pertalite (RON 90) tidak naik di tengah meroketnya harga minyak mentah dunia.

"Keputusan tidak menaikkan harga Pertalite itu juga diambil demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli karena masyarakat banyak menggunakan Pertalite," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi konsumsi Pertalite pada 2021 sebesar 23 juta kiloliter (KL) dan merupakan BBM jenis Bensin yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.

"Jadi selama yang naik bukan BBM bersubsidi, Premium, dan bukan juga Pertalite, kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan banyak berdampak ke inflasi," ujar doktor ekonomi dari Universitas Indonesia ini.

Terpisah, Direktur Eksekutif Center for Energy and Food Security Studies (CEFSS) Ali Ahmudi Achyak juga mendukung penyesuian harga BBM nonsubsidi. Pengguna BBM jenis ini menurutnya adalah kelas menengah atas yang memahami keharusan menggunakan BBM berkualitas untuk kendaraannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!