Ekonom: Penjualan Pertamax Seharusnya Sudah Ikuti Harga Pasar

Senin, 21 Maret 2022 - 13:21 WIB
Dia mengatakan, harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya mengikuti harga pasar. Faisal beralasan, pengguna BBM nonsubsidi adalah kalangan mampu sehingga kenaikan harga tidak menjadi masalah karena mereka memiliki daya beli kuat. Terlebih, harga keekonomian BBM nonsubsidi RON 92 setara Pertamax saat ini sudah lebih dari Rp14.000/liter.

Faisal menambahkan, bila dilihat dari porporsi penggunaannya, BBM nonsubsidi pun tidak besar. BBM terbanyak digunakan saat ini adalah Pertalite, kendati BBM dengan kadar oktan 90 ini tidak termasuk dalam BBM Penugasan.

"Inflasi BBM itu dipengaruhi terutama dari konsumsi Pertalite yang penggunaan lebih banyak dan mempengaruhi juga ke harga lain, terutama sembako. Kalau Pertamax beda. Distribusi barang kan tidak pakai BBM Pertamax," jelasnya.

Karena itu Faisal sepakat jika harga BBM RON 92 ke atas tidak perlu disubsidi untuk mengurangi beban pemerintah. Pertamina sejauh ini baru menaikkan harga BBM nonsubsidi yang kadar oktannya di atas Pertamax seperti Pertamax Turbo, Pertadex, dan Dexlite.

Di bagian lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memberikan dukungan kepada Pertamina untuk menyesuaikan harga BBM jenis Pertamax seiring kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini sejalan dengan batas atas harga jual jenis BBM umum RON 92 untuk Maret 2022 sebesar Rp14.525/liter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!