Main Embat Cadangan Valas Negara Lain, IMF: Dolar Bisa Ditinggalkan
Kamis, 24 Maret 2022 - 12:19 WIB
Barat juga membekukan sekitar USD300 miliar (sekitar Rp4.290 triliun) cadangan valas yang dimiliki Rusia di luar negeri. Langkah itu dikecam keras oleh Rusia. Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa langkah membekukan aset Rusia tersebut sebagai aksi yang melanggar hukum dan berimplikasi luas. "Barat secara de facto telah menghancurkan sendiri kredibilitas mata uangnya," tegasnya.
Baca Juga: Remehkan Barat, Putin: Rusia Kebal terhadap Berbagai Sanksi
Lembaga pemeringkat kredit internasional awal bulan ini menurunkan peringkat Rusia menjadi pra-gagal bayar, memprediksi bahwa Moskow tidak akan dapat memenuhi kewajibannya kepada kreditur asing.
Namun, Rusia sejauh ini berhasil menghindari default, dan melakukan pembayaran bunga USD117 juta pada dua obligasi berdenominasi dolar minggu lalu. Laporan media juga mengatakan bahwa Rusia melakukan pembayaran utang USD66 juta lagi dalam dolar AS pada Selasa lalu.
Moskow berulang kali menegaskan bahwa Rusia sepenuhnya mampu membayar utangnya, dan bahkan dapat melakukan transfer dalam mata uang nasional, rubel, jika opsi lain habis.
Baca Juga: Remehkan Barat, Putin: Rusia Kebal terhadap Berbagai Sanksi
Lembaga pemeringkat kredit internasional awal bulan ini menurunkan peringkat Rusia menjadi pra-gagal bayar, memprediksi bahwa Moskow tidak akan dapat memenuhi kewajibannya kepada kreditur asing.
Namun, Rusia sejauh ini berhasil menghindari default, dan melakukan pembayaran bunga USD117 juta pada dua obligasi berdenominasi dolar minggu lalu. Laporan media juga mengatakan bahwa Rusia melakukan pembayaran utang USD66 juta lagi dalam dolar AS pada Selasa lalu.
Moskow berulang kali menegaskan bahwa Rusia sepenuhnya mampu membayar utangnya, dan bahkan dapat melakukan transfer dalam mata uang nasional, rubel, jika opsi lain habis.
(fai)
Lihat Juga :