Perang Ukraina Bisa Pangkas Separuh Pertumbuhan Perdagangan Dunia, WTO Kasih Peringatan
Senin, 04 April 2022 - 11:25 WIB
Dia menambahkan ekonomi global harus menanggung beberapa konsekuensi, dan menerangkan bahwa negara-negara miskin akan sangat merasakan dampak dari kekurangan dan kendala pasokan pada makanan.
Pasokan pangan yang berpotensi terdampak dari perang Ukraina termasuk di antaranya gandum dan jagung. Kelompok-kelompok industri telah memperingatkan Uni Eropa tengah menghadapi kekurangan minyak bunga matahari.
Dimana secara total, 46,9% ekspor global berasal dari Ukraina dan 29,9% dari Rusia menurut S&P Global. Tetapi dengan kondisi pelabuhan Ukraina ditutup, eksportir berjuang untuk mengirimkan barang.
"Saya benar-benar khawatir tentang kelaparan yang meningkat, terutama di negara-negara miskin yang kebanyakan tidak mampu membelinya," ujar Dr Okonjo-Iweala memperingatkan.
Menggunakan Afrika sebagai contoh, mantan menteri keuangan Nigeria itu mengatakan, 35 dari 55 negara di sana mengimpor gandum dan biji-bijian lainnya dari Rusia dan Ukraina dan 22 pupuk impor. "Pekerjaan yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Afrika sekarang menunjukkan bahwa di banyak negara, harga makanan sudah naik 20% hingga 50%," paparnya.
Namun, Dr Okonjo-Iweala mengatakan, dia berharap ada solusi untuk masalah pasokan. Diterangkan olehnya dalam jangka pendek negara-negara bisa mengubah selera mereka untuk makan lebih banyak produk buatan sendiri.
Baca Juga: Sanksi ke Rusia Bikin Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata
Pasokan pangan yang berpotensi terdampak dari perang Ukraina termasuk di antaranya gandum dan jagung. Kelompok-kelompok industri telah memperingatkan Uni Eropa tengah menghadapi kekurangan minyak bunga matahari.
Dimana secara total, 46,9% ekspor global berasal dari Ukraina dan 29,9% dari Rusia menurut S&P Global. Tetapi dengan kondisi pelabuhan Ukraina ditutup, eksportir berjuang untuk mengirimkan barang.
"Saya benar-benar khawatir tentang kelaparan yang meningkat, terutama di negara-negara miskin yang kebanyakan tidak mampu membelinya," ujar Dr Okonjo-Iweala memperingatkan.
Menggunakan Afrika sebagai contoh, mantan menteri keuangan Nigeria itu mengatakan, 35 dari 55 negara di sana mengimpor gandum dan biji-bijian lainnya dari Rusia dan Ukraina dan 22 pupuk impor. "Pekerjaan yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Afrika sekarang menunjukkan bahwa di banyak negara, harga makanan sudah naik 20% hingga 50%," paparnya.
Namun, Dr Okonjo-Iweala mengatakan, dia berharap ada solusi untuk masalah pasokan. Diterangkan olehnya dalam jangka pendek negara-negara bisa mengubah selera mereka untuk makan lebih banyak produk buatan sendiri.
Baca Juga: Sanksi ke Rusia Bikin Ancaman Krisis Pangan di Depan Mata
Lihat Juga :