Pengembangan Energi Terbarukan Kita Kalah Jauh dengan Vietnam
Kamis, 18 Juni 2020 - 09:58 WIB
Lambannya pembangunan energi baru dan terbarukan di Indonesia tak lepas dari kepentingan dari sumber energi lain yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Situasi itulah yang akhirnya membuat pemerintah menjadi gamang dalam mengembangkan EBT.
"Pemerintah saat ini masih mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dari batu bara," terangnya.
Fabby menambahkan, saat ini tren teknologi EBT yang semakin kompetitif harganya adalah pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Di beberapa negara, pemerintahnya melakukan penurunan harga investasi terhadap energi surya dan angin. Hal itu dilakukan untuk memacu pertumbuhan EBT.
"Bauran kebijakan untuk memudahkan investasi energi terbarukan tidak tertuang dalam kebijakan energi nasional. Hasilnya, pengembangan EBT seperti jalan ditempat" pungkasnya
Di tahun 2025 Indonesia menargetkan penggunaan energi terbarukan naik menjadi 23%. Sekitar 77% masih mengandalkan energi fosil .
"Pemerintah saat ini masih mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dari batu bara," terangnya.
Fabby menambahkan, saat ini tren teknologi EBT yang semakin kompetitif harganya adalah pembangkit listrik tenaga surya dan angin. Di beberapa negara, pemerintahnya melakukan penurunan harga investasi terhadap energi surya dan angin. Hal itu dilakukan untuk memacu pertumbuhan EBT.
"Bauran kebijakan untuk memudahkan investasi energi terbarukan tidak tertuang dalam kebijakan energi nasional. Hasilnya, pengembangan EBT seperti jalan ditempat" pungkasnya
Di tahun 2025 Indonesia menargetkan penggunaan energi terbarukan naik menjadi 23%. Sekitar 77% masih mengandalkan energi fosil .
(uka)
Lihat Juga :