Injak Rem Impor LPG, Diversifikasi Energi Jadi Solusi
Jum'at, 08 April 2022 - 20:17 WIB
"Penggunaan kompor listrik untuk rumah tangga dengan penggunaan energi yang kompetitif dan kontinuitas suplai listrik," ujar Satya.
Dia menegaskan, dengan melakukan berbagai langkah pengurangan gas impor tersebut Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar USD4 miliar per tahun mulai 2021 hingga 2040. Tentunya, ini akan berdampak terhadap Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Harga-harga Serba Naik, Luhut: Jangan Ribut-ribut! Kita Akan Kucurkan Subsidi
Satya merinci pada 2030 kebutuhan LPG nasional sebesar 9,7 juta ton. Apabila tanpa impor substitusi bisa dilakukan dari LPG eksisting sebesar 1,2 juta, jargas 1,1 juta, kompor listrik 2,1 juta, rich gas 0,5 juta, LPG dari kilang 1,8 juta, DME dan methanol 3 juta.
Dia menegaskan, dengan melakukan berbagai langkah pengurangan gas impor tersebut Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar USD4 miliar per tahun mulai 2021 hingga 2040. Tentunya, ini akan berdampak terhadap Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Harga-harga Serba Naik, Luhut: Jangan Ribut-ribut! Kita Akan Kucurkan Subsidi
Satya merinci pada 2030 kebutuhan LPG nasional sebesar 9,7 juta ton. Apabila tanpa impor substitusi bisa dilakukan dari LPG eksisting sebesar 1,2 juta, jargas 1,1 juta, kompor listrik 2,1 juta, rich gas 0,5 juta, LPG dari kilang 1,8 juta, DME dan methanol 3 juta.
(nng)
Lihat Juga :