Cabut dari Rusia, Perusahaan Migas Dunia Bakal Rugi Miliaran Dolar

Senin, 11 April 2022 - 06:55 WIB
Di sisi lain sektor energi S&P 500 telah melonjak hampir 40% tahun ini, jauh mengungguli indeks acuan yang lebih luas, yang turun sekitar 6% pada tahun 2022. Saham BP naik lebih dari 11% tahun ini, dengan Shell naik 26%, ExxonMobil 37% dan Equinor 46%.

Perusahaan energi besar akan memberikan rincian lebih lanjut tentang potensi kerugian dari dampak keputusan keluar dari Rusia dalam laporan pendapatan kuartalan pada bulan depan. Terlepas dari dampak bisnis yang hilang di sana, sebagian besar mengharapkan bakal meripis laporan pendapatan kuartal pertama yang kuat, sebagian besar berkat melonjaknya harga minyak dan gas.

Invasi Rusia ke Ukraina telah menghantam pasar energi, menyebabkan harga minyak melonjak hingga USD130 per barel bulan lalu, meskipun sejak itu agak moderat. Setelah berminggu-minggu perdagangan volatile, harga patokan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate sekarang berada di USD98 per barel, sementara patokan global minyak mentah Brent diperdagangkan di sekitar USD103 per barel.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!