Cabut dari Rusia, Perusahaan Migas Dunia Bakal Rugi Miliaran Dolar
Senin, 11 April 2022 - 06:55 WIB
Sementara itu rival Shell yakni BP bakal menjual hampir 20% saham di produsen minyak Rusia Rosneft. Langkah BP itu diproyeksi membuak rakasasa migas tersebut bakal rugi mencapai USD25 miliar setara dengan Rp357,9 triliun (Kurs Rp14.317 per USD)
Selanjutnya seperti dilansir Forbes, raksasa energi asal Amerika, Exxon Mobil juga menghentikan segala aktivias bisnisnya di Rusia, meninggalkan kepemilikan yang diperkirakan nilainya setara USD4 miliar pada akhir 2021. Sedangkan perusahan kakap minyak dan gas Norwegia Equinor, bakal kehilangan sekitar USD1,2 miliar dalam investasi Rusia.
Analis dan investor Wall Street, masih menilai dampak perusahaan-perusahaan Barat yang memutuskan hubungan dengan Rusia di bawah sanksi ekonomi. Dimana Presiden Joe Biden akan menandatangani larangan energi Rusia, yang disahkan oleh Senat pada hari Kamis.
Tetapi dalam jangka pendek kerugian itu akan ditopang oleh harga minyak dan gas yang tinggi, dengan sektor yang bangkit kembali menjadi favorit baru investor legendaris Warren Buffett dan konglomerat investasinya, Berkshire Hathaway.
Baca Juga: Sanksi AS Dikacangin, India Beli Lebih Banyak Minyak Rusia
Selanjutnya seperti dilansir Forbes, raksasa energi asal Amerika, Exxon Mobil juga menghentikan segala aktivias bisnisnya di Rusia, meninggalkan kepemilikan yang diperkirakan nilainya setara USD4 miliar pada akhir 2021. Sedangkan perusahan kakap minyak dan gas Norwegia Equinor, bakal kehilangan sekitar USD1,2 miliar dalam investasi Rusia.
Analis dan investor Wall Street, masih menilai dampak perusahaan-perusahaan Barat yang memutuskan hubungan dengan Rusia di bawah sanksi ekonomi. Dimana Presiden Joe Biden akan menandatangani larangan energi Rusia, yang disahkan oleh Senat pada hari Kamis.
Tetapi dalam jangka pendek kerugian itu akan ditopang oleh harga minyak dan gas yang tinggi, dengan sektor yang bangkit kembali menjadi favorit baru investor legendaris Warren Buffett dan konglomerat investasinya, Berkshire Hathaway.
Baca Juga: Sanksi AS Dikacangin, India Beli Lebih Banyak Minyak Rusia
Lihat Juga :