Bukan di Tanah Batak, Inang-inang Ramai di Jalanan Jakarta Jelang Lebaran
Minggu, 24 April 2022 - 12:32 WIB
Istilah inang-inang kerap didengar di wilayah Sumatera Utara khusunya di kalangan orang Batak, di mana dalam bahasa Batak Toba, Inang berarti ibu.
Namun, menjelang Hari Raya Idul Fitri inang-inang ramai ditemukan di Jakarta. Sebutan ini diberikan kepada mereka yang menawarkan jasa penukaran uang pecahan alias receh di pinggir jalan.
Alternatif ini hadir dikarenakan adanya tenggat waktu yang diberikan bank untuk jasa penukaran uang. Selain itu juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak punya waktu untuk antre menukar uang.
Mereka menyiapkan dan menawarkan jasa penukaran uang pecahan, dengan nominal Rp2.000 hingga Rp20.000. Tentunya, mereka mengutip keuntungan dari menjual jasa tersebut, biasanya berkisar 10% dari nominal uang yang ditukar.
Baca juga: Penukaran Uang Tunai Tembus Rp45,3 Miliar, Pecahan Rp2.000 Terbanyak
Namun, menjelang Hari Raya Idul Fitri inang-inang ramai ditemukan di Jakarta. Sebutan ini diberikan kepada mereka yang menawarkan jasa penukaran uang pecahan alias receh di pinggir jalan.
Alternatif ini hadir dikarenakan adanya tenggat waktu yang diberikan bank untuk jasa penukaran uang. Selain itu juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak punya waktu untuk antre menukar uang.
Mereka menyiapkan dan menawarkan jasa penukaran uang pecahan, dengan nominal Rp2.000 hingga Rp20.000. Tentunya, mereka mengutip keuntungan dari menjual jasa tersebut, biasanya berkisar 10% dari nominal uang yang ditukar.
Baca juga: Penukaran Uang Tunai Tembus Rp45,3 Miliar, Pecahan Rp2.000 Terbanyak
Lihat Juga :