Saham IATA Dapat Rekomendasi BUY, Ini Hasil Risetnya!
Selasa, 26 April 2022 - 08:41 WIB
Saham IATA mendapat rekomendasi beli. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - PT Henan Putihrai Sekuritas menginisiasi saham MNC Energy Investment (IATA) dengan peringkat BUY pada target price (TP) Rp390, dengan 70% potensi return dari harga sekarang Rp230. Inisiasi itu karena potensi pemulihan kinerja keuangan perseoran menyusul kontribusi yang diantisipasi dari Bhakti Coal Resources (BCR) dan Bhakti Migas Resources (BMR) yang diharapkan dapat mengimbangi bisnis penerbangan yang sedang berkinerja kurang baik.
Baca juga: IATA Bukukan Laba Bersih, HT: Tahun ini Produksi Batu Bara akan Lebih Besar
Setelah konsolidasi BCR, pendapatan/EBITDA IATA 1Q22 tercatat sebesar USD40,4/USD23,5 juta. Laba bersih berhasil pulih menjadi USD9,4 juta dari USD0,5 juta kerugian bersih di FY21.
"Kami memproyeksikan EBITDA dan laba bersih 22F/23F dapat mencapai USD233,4/USD260,1 juta dan USD93,35/USD104,05 juta, masing-masing, mengikuti target produksi batu bara sebesar 7,8/8,2 juta ton pada 22F/23F," tulis PT Henan Putihrai Sekuritas, dalam risetnya, Selasa (26/4/2022).
Oleh karena itu, pada kapitalisasi pasar yang diproyeksikan sebesar Rp4,65 triliun setelah rights issue, IATA saat ini diperdagangkan pada valuasi yang murah, hanya 3,5/3,1x dari rasio 22F/23F P/E-nya. Henan Putihrai Sekuritas menyiratkan 4,8/4,3x dari rasio P/E 22F/23F.
"Masih cukup murah jika dibandingkan dengan emiten lain sejenis seperti PTBA dan ADRO yang saat ini diperdagangkan pada 5,3x dan 7,6x rasio P/E-nya, masing-masing. Perusahaan IDX ENERGY saat ini diperdagangkan pada median 9,1x dari rasio P/E-nya masing-masing (Trailing 12M)," lanjut riset itu.
IATA berencana menerbitkan 14,84 miliar saham seri-B baru. Selain rights issue, ada juga 2,97 miliar waran dan 1,14 miliar saham private placement. Hasil dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk melunasi surat sanggup senilai USD140 juta (Rp2 triliun) untuk mengakuisisi BCR dari PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan untuk membiayai modal kerja di masa depan. RUPST dijadwalkan pada 18-Mei-2022.
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) awalnya dikenal sebagai PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang sebelumnya hanya bergerak di bisnis penerbangan charter dan infrastruktur pelabuhan. Akibat dampak negatif dari pandemi terhadap industri penerbangan, pada Februari dan April 2022, perseroan memutuskan untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara dan migas dengan mengakuisisi dan mengkonsolidasikan PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan PT Bhakti Migas Resources (BMR), masing-masing. Kedua entitas tersebut berada di bawah pengendalian bersama MNC Group.
Baca juga: IATA Bukukan Laba Bersih, HT: Tahun ini Produksi Batu Bara akan Lebih Besar
Setelah konsolidasi BCR, pendapatan/EBITDA IATA 1Q22 tercatat sebesar USD40,4/USD23,5 juta. Laba bersih berhasil pulih menjadi USD9,4 juta dari USD0,5 juta kerugian bersih di FY21.
"Kami memproyeksikan EBITDA dan laba bersih 22F/23F dapat mencapai USD233,4/USD260,1 juta dan USD93,35/USD104,05 juta, masing-masing, mengikuti target produksi batu bara sebesar 7,8/8,2 juta ton pada 22F/23F," tulis PT Henan Putihrai Sekuritas, dalam risetnya, Selasa (26/4/2022).
Oleh karena itu, pada kapitalisasi pasar yang diproyeksikan sebesar Rp4,65 triliun setelah rights issue, IATA saat ini diperdagangkan pada valuasi yang murah, hanya 3,5/3,1x dari rasio 22F/23F P/E-nya. Henan Putihrai Sekuritas menyiratkan 4,8/4,3x dari rasio P/E 22F/23F.
"Masih cukup murah jika dibandingkan dengan emiten lain sejenis seperti PTBA dan ADRO yang saat ini diperdagangkan pada 5,3x dan 7,6x rasio P/E-nya, masing-masing. Perusahaan IDX ENERGY saat ini diperdagangkan pada median 9,1x dari rasio P/E-nya masing-masing (Trailing 12M)," lanjut riset itu.
IATA berencana menerbitkan 14,84 miliar saham seri-B baru. Selain rights issue, ada juga 2,97 miliar waran dan 1,14 miliar saham private placement. Hasil dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk melunasi surat sanggup senilai USD140 juta (Rp2 triliun) untuk mengakuisisi BCR dari PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan untuk membiayai modal kerja di masa depan. RUPST dijadwalkan pada 18-Mei-2022.
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) awalnya dikenal sebagai PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang sebelumnya hanya bergerak di bisnis penerbangan charter dan infrastruktur pelabuhan. Akibat dampak negatif dari pandemi terhadap industri penerbangan, pada Februari dan April 2022, perseroan memutuskan untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara dan migas dengan mengakuisisi dan mengkonsolidasikan PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan PT Bhakti Migas Resources (BMR), masing-masing. Kedua entitas tersebut berada di bawah pengendalian bersama MNC Group.
Lihat Juga :