Ogah Genjot Produksi, OPEC Menampar Eropa di Tengah Rencana Embargo Minyak Rusia

Minggu, 08 Mei 2022 - 22:23 WIB
Ketika mereka mungkin menolak untuk membahasnya, dorongan sanksi Uni Eropa terhadap Rusia telah terbukti menjadi keuntungan bagi produsen OPEC. Telah terjadi keajaiban bagi harga minyak dan gas, terutama dengan banyak produsen OPEC secara teknis tidak dapat meningkatkan produksi mereka, memberikan dukungan tambahan untuk meningkatkan keuntungan produsen.

Baca Juga: Uni Eropa Terpecah Soal Bagaimana Menjauh dari Energi Rusia

Kemungkinan hal-hal berubah selama enam bulan ke depan dengan asumsi suara bulat Uni Eropa untuk embargo diragukan bakal tercapai, hal ini bila melihat reaksi OPEC terhadap permohonan dari Inggris dan AS untuk lebih banyak minyak dari sebelum perang di Ukraina. Berbicara tentang AS, kemampuannya untuk mengisi kesenjangan minyak di Eropa juga diragukan.

Menurut Administrasi Informasi Energi AS, produksi minyak mentah di negara itu tahun ini hanya akan tumbuh sebesar 800.000 barel per hari. Mungkin AS dapat menggunakan cadangannya untuk mengirim beberapa minyak mentah ke sekutu Eropanya.

Tetapi AS sudah mengumumkan pelepasan 180 juta barel dari cadangan minyak strategis untuk menekan harga bahan bakar lokal. Di sisi lain Uni Eropa ingin memberikan dirinya enam bulan untuk menemukan pemasok alternatif minyak mentah sebelum menghentikan asupan barel Rusia.

Enam bulan yang sama juga dapat digunakan Rusia untuk mengalihkan lebih banyak minyaknya ke timur. Tanpa OPEC di pihaknya, Uni Eropa mungkin harus memberi warganya kabar buruk bahwa bensin, diesel dan segala sesuatu yang diangkut dengan kendaraan mesin pembakaran akan tetap mahal untuk waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!