Inflasi Tahunan Sulsel Capai 3,39%, Dipicu Naiknya Permintaan Saat Ramadhan

Selasa, 10 Mei 2022 - 06:56 WIB
Kendati demikian, kondisi ini juga tak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) Sulsel dalam menjaga kestabilan harga-harga komoditas.

Utamanya bahan pangan strategis, melalui strategi 4K baik Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif sampai pada penguatan kerjasama perdagangan antar daerah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, Fadjar Majardi mengungkapkan, proses pemulihan ekonomi yang terus berlangsung pada tingkat nasional dan daerah, diprakirakan akan turut memberikan tekanan pada inflasi Sulsel.

“Risiko tekanan harga yang berasal dari imported inflation, sebagai dampak terganggunya supply chain global akibat kondisi geopolitik di wilayah Eropa, juga perlu terus diwaspadai,” tandasnya.

Secara tahun kalender, inflasi Sulsel tercatat sebesar 2,29% year to date (ytd). Sementara itu dengan spasial dari 5 kota IHK yang terdiri dari Bulukumba, Makassar, Palopo, Pare-pare, dan Watampone, inflasi bulanan tertinggi dialami oleh Makassar sebesar 1,27% (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah dialami oleh Bulukumba yaitu sebesar 0,62% (mtm).

“Kondisi inflasi bulanan ini utamanya disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Transportasi, hingga penyedia makan dan minum hingfa restoran dengan inflasi masing-masing sebesar 2,80%; 2,37%; dan 0,65% (mtm)," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!