Tertekan Inflasi AS, Rupiah Hari Ini Melemah di Level Rp14.612

Jum'at, 13 Mei 2022 - 16:43 WIB
Baca Juga: 10 Mata Uang yang Keok Terhadap Dolar, yang Terakhir Tak Disukai Warganya Sendiri

Di bulan ini, cadangan devisa tersebut berisiko semakin menurun jika melihat nilai tukar rupiah yang terus tertekan dan capital outflow yang terjadi di pasar obligasi. BI tentunya lebih banyak melakukan intervensi. Ketika cadangan devisa perlu digunakan untuk melakukan intervensi, pasokan devisa justru akan semakin seret di bulan ini. Sebabnya, pemerintah melarang ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan semua produk turunannya.

CPO yang termasuk dalam ekspor HS 15 (lemak dan minyak hewani/nabati) merupakan salah satu penopang neraca perdagangan Indonesia hingga mampu mencetak surplus dalam 23 bulan beruntun. Kontribusinya terhadap total ekspor menjadi yang terbesar kedua setelah HS 27 (bahan bakar mineral) yakni batu bara.

Dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang garuda ditutup melemah. Sedangkan untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.600-Rp14.660.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!