Sri Mulyani Minta Tambah Anggaran Subsidi Energi Rp74,9 T, Sinyal Kenaikan BBM dan LPG?
Kamis, 19 Mei 2022 - 16:43 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengusulkan tambahan dana lebih untuk subsidi energi dan kompensasi kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Apakah sinyal kenaikan harga BBM dan LPG? Foto/Dok
JAKARTA - Konflik Rusia-Ukraina yang masih memanas berdampak hebat terhadap kenaikan harga komoditas global, khususnya di sektor pangan dan energi. Bahkan harga minyak dunia juga sudah melampaui USD100 per barelnya, sementara asumsi APBN 2022 masih di angka USD63 per barel.
Karena kondisi tersebut membuat, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengusulkan tambahan dana lebih untuk subsidi energi dan kompensasi kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Baca Juga: Subsidi Energi Bengkak, Pemerintah Usul Revisi APBN 2022 Jadi Rp3.106 Triliun
Adapun nominal tambahan anggaran subsidi yang diusulkan adalah sebesar Rp74,9 triliun dengan rincian Rp71,8 triliun untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG serta sekitar Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun 2022.
Karena kondisi tersebut membuat, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengusulkan tambahan dana lebih untuk subsidi energi dan kompensasi kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Baca Juga: Subsidi Energi Bengkak, Pemerintah Usul Revisi APBN 2022 Jadi Rp3.106 Triliun
Adapun nominal tambahan anggaran subsidi yang diusulkan adalah sebesar Rp74,9 triliun dengan rincian Rp71,8 triliun untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG serta sekitar Rp3,1 triliun untuk subsidi listrik tahun 2022.
Lihat Juga :