Pasar Terguncang, Negara Berkembang Kehilangan Rp73.220 Triliun
Senin, 23 Mei 2022 - 18:00 WIB
"Saya khawatir terhadap siklus pengetatan bank sentral. Pasar ke depan bisa jauh lebih agresif daripada yang biasa dilakukan investor dalam 20-30 tahun terakhir," kata pengawas portofolio makro dunia di GAMA Asset Management, Rajeev De Mello.
Baca Juga: Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Nilai kapitalisasi indeks MSCI disebut telah terpangkas USD4 triliun. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap 6 mata uang utama juga jatuh dari level tertinggi. "Kami pun telah mengurangi penurunan pada aset pasar berkembang. Walaupun secara fundamental tetap menantang , masih ada potensi keuntungan jangka pendek," kata Kas Supervisor di Fidelity International, Paul Greer.
Baca Juga: Imbas Inflasi, Wall Street Ditutup Melemah Khawatir Perlambatan Ekonomi Global
Nilai kapitalisasi indeks MSCI disebut telah terpangkas USD4 triliun. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap 6 mata uang utama juga jatuh dari level tertinggi. "Kami pun telah mengurangi penurunan pada aset pasar berkembang. Walaupun secara fundamental tetap menantang , masih ada potensi keuntungan jangka pendek," kata Kas Supervisor di Fidelity International, Paul Greer.
(nng)
Lihat Juga :