PGE Raih 9 Penghargaan K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan
Rabu, 25 Mei 2022 - 20:04 WIB
Baron menambahkan, PGE terus berkomitmen untuk pengembangan panas bumi dan memastikan implementasi environment, social, and governance (ESG) menjadi bagian terintegrasi dari bisnis panas bumi PGE. Penerapan aspek-aspek ESG ini, tegas dia, merupakan upaya dalam memberikan nilai tambah serta dukungan PGE sebagai bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) pada program pemerintah terkait pemanfaatan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan khususnya panas bumi.
Baca Juga: Daftar Lengkap 28 Kapolsek Baru di Wilayah Polda Metro Jaya
"Pengembangan penyediaan energi panas bumi yang dilakukan PGE juga wujud dukungan dan komitmen PGE dalam mencapai pembangunan berkelanjutan khususnya goal ke-7 yaitu energi bersih dan terjangkau, ke-12 yakni konstruksi dan produksi yang bertanggung jawab, ke-13 penanganan perubahan iklim, dan ke-15 ekosistem darat pada Sustainable Development Goals," papar Baron.
PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi Utara. Dalam wilayah wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar 1877 MW, yang terdiri atas 672 MW yang dioperasikan sendiri (own operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract).
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sebesar 82% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi emission avoidance CO2 sebesar 9,7 juta ton CO2 per tahun.
Baca Juga: Daftar Lengkap 28 Kapolsek Baru di Wilayah Polda Metro Jaya
"Pengembangan penyediaan energi panas bumi yang dilakukan PGE juga wujud dukungan dan komitmen PGE dalam mencapai pembangunan berkelanjutan khususnya goal ke-7 yaitu energi bersih dan terjangkau, ke-12 yakni konstruksi dan produksi yang bertanggung jawab, ke-13 penanganan perubahan iklim, dan ke-15 ekosistem darat pada Sustainable Development Goals," papar Baron.
PGE saat ini mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi Utara. Dalam wilayah wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar 1877 MW, yang terdiri atas 672 MW yang dioperasikan sendiri (own operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract).
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sebesar 82% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi emission avoidance CO2 sebesar 9,7 juta ton CO2 per tahun.
(fai)
Lihat Juga :