Inflasi Bulanan Provinsi Sulsel Turun 0,28 Persen

Jum'at, 03 Juni 2022 - 15:43 WIB
Untuk itu, Bank Indonesia bersama dengan TPID di wilayah Sulsel berkomitmen untuk terus bersinergi menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif dan penguatan kerja sama antar daerah.

“Inflasi bulanan di Sulsel utamanya disumbang oleh Kelompok transportasi, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan inflasi masing-masing sebesar 1,99 persen dan 0,52 persen (mtm),” ucap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel , Causa Iman Karana.

Baca juga:Realisasi Inflasi Indonesia Terkendali, Menko Airlangga Mencermati Tekanan Eksternal

Di sisi lain, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar -0,23 persen (mtm), terutama disebabkan oleh menurunnya harga cabai rawit, cabai merah, bayam, dan tomat, seiring pasokan yang tetap terjaga.

Sementara itu, secara spasial, dari 5 kota IHK (Bulukumba, Makassar, Palopo, Parepare, dan Watampone) di Sulsel, inflasi bulanan tertinggi dialami Kota Parepare sebesar 1,88 persen (mtm), sedangkan inflasi bulanan terendah dialami Kota Makassar, sebesar 0,13 persen (mtm).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!