Awas Dampak Mengerikan Kenaikan Inflasi Global, RI Diwanti-wanti
Senin, 13 Juni 2022 - 15:00 WIB
Menurut Bhima tanpa adanya perang Ukraina dan Rusia pun memang akan diprediksi terjadi resesi ekonomi di Amerika Serikat, apalagi sekarang ditambah adanya perang. Beberapa misalkan Deutsche Bank, kemudian ada Bank of America memperkirakan akan terjadi resesi setidaknya tahun 2023 karena pembukaan ekonomi berarti juga meningkatnya inflasi.
"Sekarang inflasi ditambah oleh konflik Ukraina, sehingga mempercepat kenaikan suku bunga The Fed, kalau Fed nya naik terlalu tinggi, maka banyak korporasi yang tidak sanggup membayar pembayaran bunga utang," jelasnya.
Baca Juga: Ngerinya Dampak Inflasi AS: Bisa Munculkan Resesi Ekonomi
Ia menambahkan, Indonesia harus bersiap menghadapi kondisi ekonomi sekarang, walaupun efeknya belum begitu terasa.
"Sebagian terasa seperti baru-baru ini ada penyesuaian tarif listrik misalnya untuk golongan 3000 VA karena biaya fosil terutama minyak dan batu bara yang terus mengalami kenaikan. Sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian tarif listrik untuk golongan tertentu. Itu imbas yang secara langsung dirasakan," ucapnya.
"Sekarang inflasi ditambah oleh konflik Ukraina, sehingga mempercepat kenaikan suku bunga The Fed, kalau Fed nya naik terlalu tinggi, maka banyak korporasi yang tidak sanggup membayar pembayaran bunga utang," jelasnya.
Baca Juga: Ngerinya Dampak Inflasi AS: Bisa Munculkan Resesi Ekonomi
Ia menambahkan, Indonesia harus bersiap menghadapi kondisi ekonomi sekarang, walaupun efeknya belum begitu terasa.
"Sebagian terasa seperti baru-baru ini ada penyesuaian tarif listrik misalnya untuk golongan 3000 VA karena biaya fosil terutama minyak dan batu bara yang terus mengalami kenaikan. Sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian tarif listrik untuk golongan tertentu. Itu imbas yang secara langsung dirasakan," ucapnya.
(akr)
Lihat Juga :